SELAMAT DATANG DI BLOG GURU PPKN-GURU PEMBELAJAR SEPANJANG HAYAT-BELAJAR BERBAGI-MERDEKA BELAJAR ABAD 21
Guru PPKN Abad 21

"Bergerak serentak, berkolaborasi, dan bersinergi dalam mengimplementasikan program merdeka belajar” 


Sebagai inovasi dalam mewujudkan kemajuan pendidikan di indonesia, melalui langkah-langkah sistematis yang terangkum dalam Program:
  1. Implementasi Kurikulum Merdeka.
  2. Platform Merdeka Mengajar.
  3. Perencanaan Berbasis Data.
  4. Rapor Pendidikan.
  5. Komunitas Belajar.
  6. Akun Belajar.Id.
  7. Program Guru Penggerak, Dan
  8. Program Sekolah Penggerak.

Kebijakan Merdeka Belajar diharapkan dapat mengatasi tantangan pendidikan pada saat ini, dimana tugas pendidik tidak hanya memberikan kebebasan dan keleluasaan kepada peserta didik untuk mengembangkan bakatnya melainkan juga mendorong, menguatkan kemauan dan minat mereka   dalam meraih prestasi maksimal sesuai potensi yang dimilikinya, melalui penguatan  Profil Pelajar Pancasila, yakni:
  1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berahlak mulia.
  2. Berkebinekaan global.
  3. Gotong royong.
  4. Mandiri.
  5. Bernalar kritis, dan
  6. Kreatif.

Program sekolah penggerak sebagai salah satu esensi dari Merdeka Belajar yang diluncurkan di episode ke-7, bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila, menjamin pemerataan kualitas pendidikan, melalui program peningkatan kapasitas Kepala Sekolah, yang mampu memimpin satuan pendidikan dalam mencapai pembelajaran yang berkualitas, membangun ekosistem pendidikan yang lebih kuat, yang berfokus pada peningkatan kualitas, serta menciptakan ekosistem sekolah dan iklim kolaboratif bagi para pemangku kepentingan di bidang pendidikan, baik pada lingkup Sekolah, Pemerintah Daerah, maupun Pusat.

Demi  mencapai tujuan tersebut, sebagai intervensi dalam meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (sdm) maka dilaksanakan pelatihan dan pendampingan, melalui lokakarya program sekolah penggerak angkatan ke-2 dengan mengusung tema kepemimpinan 2.


Adapun yang menjadi Tujuan Lokakarya Kepemimpinan Program Sekolah Penggerak Angkatan 2, adalah agar kepala Sekolah dapat memahami kemampuan kepemimpinan pembelajaran dalam meningkatkan profesionalisme Guru dalam mewujudkan Sekolah sebagai tempat yang nyaman untuk melakukan transformasi pendidikan, sebagaimana  semboyan sekolah penggerak yaitu bergerak bersama mewujudkan transformasi Sekolah.

Lokakarya kepemimpinan 2 yang dilaksanakan di SMAN 1 Waingapu ini berlangsung pada hari sabtu, 15 mei 2024 dari pukul 08.00 sampai selesai dan di hadiri sekolah penggerak angkatan 2 yang berasal dari kedua kabupaten serta didampingi oleh bapak pengawas dari masing-masing kabupaten yakni kabupaten sumba tengah dan sumba timur dengan rincian sebagai berikut:

SMP Negeri 2 Rindi: sumba timur
SMP Negeri 4 Mauliru: sumba timur
SMP Praipuluhamu: sumba timur
SMPK Waibakul: sumba tengah
SMPN 2 Umbu Ratu Nggay Barat: sumba tengah
SMPN 2 Umbu Ratu Nggay : sumba tengah

Dalam kegiatan tersebut para peserta didampingi oleh para instruktur Bapak Frans Selly dimana para peserta diberikan materi serta penguatan dan motivasi untuk terus bergerak.

Berikut link materi dan LK.

Guru PPKN Abad 21

Penetapan Predikat Kinerja Guru merupakan puncak dan langkah terakhir  dalam Pengelolaan Kinerja Guru di platform Merdeka Mengajar (PMM). 

Tanggung jawab untuk menetapkan predikat ini terletak pada Kepala Sekolah, setelah Kepala Dinas Pendidikan menetapkan Predikat Kinerja Organisasi untuk satuan pendidikan yang berada di bawah wewenangnya.

Panduan Penetapan Predikat Kinerja Guru:

Langkah 1: Memeriksa Rekomendasi Predikat Kinerja Organisasi
  • Buka PMM dan masuk ke menu Pengelolaan Kinerja
  • Klik Kepala Sekolah, lalu pilih Sebagai Pejabat Penilai Kinerja.
  • Klik Lakukan Penilaian untuk masuk ke halaman Penilaian Kinerja.
  • Klik Lakukan Penetapan untuk memulai proses Penetapan Predikat Kinerja.
  • Klik Mulai untuk masuk ke halaman Panduan Penetapan Predikat Kinerja.
Panduan Predikat Kinerja berisi informasi penting yang harus dipahami sebelum memulai penetapan. Pelajari informasi ini dengan seksama.

Langkah 2: Melakukan Penetapan Predikat Kinerja Guru.

Pada halaman Penetapan Predikat Kinerja, perhatikan dan lakukan beberapa hal berikut: 
  • Pastikan Predikat Kinerja Organisasi telah ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan.
  • Perhatikan jumlah guru yang harus mendapatkan predikat sesuai dengan kategori Predikat Kinerja Organisasi.
  • Pilih guru yang akan dinilai dan berikan predikat sesuai dengan kinerja mereka.
  • Anda dapat menyimpan draf jika ingin berhenti sejenak dan melanjutkan pengisian di lain waktu.

Langkah 3: Mengirimkan Predikat Kinerja Guru
  • Setelah selesai melakukan penetapan, klik "Kirim ke Guru" untuk mendistribusikan Predikat Kinerja Guru.
  • Pastikan Anda menyetujui dan memberikan penjelasan sebelum mengirim.
  • Predikat Kinerja Guru hanya dapat dikirimkan satu kali untuk setiap guru.

Langkah 4: Memantau dan Membina Guru Baru
  • Jika terdapat guru baru di satuan pendidikan Anda, lakukan pemantauan dan pembinaan terlebih dahulu terhadap kinerja mereka.
  • Penilaian untuk guru baru tidak akan mempengaruhi penilaian yang telah dilakukan sebelumnya untuk guru lain.
  • Lakukan penilaian dan diskusi dengan guru baru jika diperlukan.
  • Setelah selesai melakukan penilaian, Anda dapat memulai Penetapan Predikat Kinerja Guru untuk mereka.

Informasi Penting:
  • Predikat Kinerja Guru yang telah dikirimkan tidak dapat diubah kembali.
  • Guru akan menerima Dokumen Evaluasi Kinerja setelah predikat dikirimkan.
  • Anda dapat melihat riwayat Guru yang telah menerima predikat dengan klik "Cek Riwayat Pengiriman".

Sumber Bantuan:
  • Jika Anda memiliki pertanyaan atau kendala dalam melakukan Penetapan Predikat Kinerja Guru, hubungi Pusat Bantuan PMM.
  • Anda juga dapat berdiskusi dengan Pengawas Sekolah atau Kepala Dinas Pendidikan terkait Predikat Kinerja Organisasi.

Dengan memahami panduan ini, diharapkan Kepala Sekolah dapat menyelesaikan Penetapan Predikat Kinerja Guru dengan mudah dan tepat waktu.


Sumber: https://pusatinformasi.guru.kemdikbud.go.id/hc/id/articles/33041299207449-Tentang-Penetapan-Predikat-Kinerja-Guru-Oleh-Kepala-Sekolah
Guru PPKN Abad 21

 


Daftar Nilai Kurikulum Merdeka


Pada kurikulum merdeka ini disediakan 3 alternatif pengolahan hasil asesmen yang dapat digunakan oleh satuan pendidikan / pendidik yaitu

Alternatif 1 

alternatif 1 ini dilakukan dengan mengolah seluruh data nilai formatif dan sumatif untuk dijadikan nilai Rapor

Contoh Daftar nilai Alternatif 1








Contoh Menyajikan Hasil Asesmen ke dalam Rapor Alternatif 1







Alternatif 2

Mengolah beberapa hasil asesmen formatif yang berupa angka dan seluruh nilai sumatif guna dijadikan nilai rapor

Contoh Daftar Nilai Alternatif 2








Contoh Menyajikan Hasil Asesmen ke dalam Rapor Alternatif 2








Alternatif 3


Mengolah seluruh data hasil nilai sumatif untuk dihunakan sebagai nilai Rapor


Contoh Daftar Nilai Alternatif 3








Contoh Menyajikan Hasil Asesmen ke dalam Rapor Alternatif 3








Buku Panduan Pembelajaran dan Asesmen: https://drive.google.com/file/d/17mLoG1YcYz2Oo3ZtIirBOuSrvaWZZ5Dw/view?usp=drivesdk



Guru PPKN Abad 21



Workshop : ADVOKASI Penguatan Kompetensi Literasi  Jenjang SMP Bagi Kepala Sekolah Kabupaten Sumba Tengah


Susun Acara
Acara Pembukaan
Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
Doa
Laporan Panitia
Pemateri

Kegiatan worksop Advokasi penguatan kompetensi literasi jenjang SMP ini berlangsung selama tiga hari yakni dari hari tanggal 22 - 24 November 2023, Bertempat di aula SKB Sumba Tengah, adapun peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut hadir setiap perwakilan dari setiap sekolah yakni Kepala Sekolah, Kurikulum, operator, bendahara dan guru mapel  sebanyak 35 jenjang SMP kabupaten sumba tengah.

Dalam kesempatan ini hadir juga ibu kepala dinas pendidikan pemuda dan olah raga (Ibu Magdalena Kalli) untuk membuka kegiatan tersebut, dalam sambutannya beliau menyampaikan beberapa hal penting sekaligus memberikan motivasi kepada seluruh peserta untuk terus semangat dalam memberikan hal baik kepada sekolahnya demi kemajuan pendidikan di sumba tengah dan generasi bangsa.

Saat ini kita berada diera digital, dimana kita  mengalami perubahan dari waktu ke waktu, untuk itu kita harus pastikan bahwa kita selalu siap dan berbenah pada setiap perubahan yang ada, kita harus pastikan bahwa kita berada di sampingnya anak-anak kita untuk memastikan mereka bahwa mereka sudah terpenuhi kewajiban belajarnya dengan sungguh-sungguh bukan kita hanya sibuk dengan handpone kita masing-masing lalu mengabaikan tugas dan tanggubgjawab kita, lalu kita hanya mengatakan a sampai z nya lalu selesai, tetapi saya percaya kita sudah lakukan hal terbaik dengan sungguh terutama sekolah-sekolah yang mengimplementasikan kurikulum merdeka dari tahun pertama, kedua sampai 3 tahun ketiga.

kurikulum merdeka sudah dibuat atau melaksanakan projek penguatan profil pelajar pancasila (P5) kurikulum ini di sekolah teman-teman wajib untuk melakukan projek P5 sebagai penguatan kompetensi dan karakter, dengan adanya perubahan ini diharapkan kepada anak didik kita nanti bisa membawa hal yang bermanfaat bagi kehidupannya.

Jangan sampai anak-anak bangsa kita tidak membawa apa-apa untuk masa depannya, karena guru-gurunya sistem CBSA (Catat Buku Sampai Abis) dan gurunya sibuk dengan HP, Saya berharap dengan adanya bapak ibu kepala sekolah untuk mendorong memotivasi teman-teman.

kurikulum merdeka harus betul-betul di implementasikan secara baik dan sungguh-sungguh jangan hanya menghabiskan waktu untuk berdiskusi terlalu banyak sementara implemetasinya sedikit, berdiskusi bukan berarti tidak penting tapi maksudnya kita harus lebih banyak berbuat daripada berdiskusi.

kalau kita mau bikin diskusi yaaa sudah 30% - 70% atau 40%-60% karena banyak anak bangsa kita yang harus kita perhatikan apalgi dengan kemajuan teknologi seperti saat ini minimal hal-hal baik harus kita upload untuk menjadikan sebagai motivasi dan sudah banyak kita lihat teman-teman Kepala sekolah teman-teman guru yang sudah melakukan hal tersebut yang mempunyai nilai tambah bagi seorang itu sendiri maupun untuk orang lain.

Selain itu juga anak-anak kita harus kita persiapkan untuk memiliki skill sehingga saat keluar dari SMP ke SMA ada bekal yang ia bawa. 
Selain itu bapak/ibu kita juga harus giat pada PMM, karena ini merupakan warung bagi kita untuk belajar dan berbagi.

Beliau juga berpesan bahwa apapun yang dibuat oleh Kepala Sekolah atau guru bahkan tenaga pendidikan di sekolah bapak/ibu harus terdokumentasi secara baik, mengapa karena suatu saat nanti kita akan diminta untuk menguploadnya misalnya ke PMM sebagai karya atau aksi nyata. 

Setelah acara pembukaan semua peserta diarahkan untuk mengikuti rangkaian materi yang disampaikan oleh Bapak Narasumber yang disampaikan oleh Bapak Yeremias Gunu, S.Pd

#Selamat belajar
#Selamat berproses
#Salam sukses
#Merdeka Belajar

Materi tambahan sebagai referensi pribadi:



Guru PPKN Abad 21

WAIBAKUL- Sekolah penggerak  angkatan II yang sudah berjalan selama 1 tahun lebih melaksanakan lokakarya P5 (Projek penguatan profil pelajar pancasila) pada hari sabtu (30/9/2023).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang SMAN 1 Waingapu oleh Balai Guru penggerak Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan tersebut menjelaskan bahwa, Tujuan dilaksanakan Lokakarya P5 agar peserta dapat menguatkan pemahaman mengenai pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila di satuan pendidikan. Seperti Merefleksikan pelaksanaan projek profil di tahun pertama sebagai Sekolah Penggerak, Menganalisis miskonsepsi pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila di satuan pendidikan, merancang asesmen projek yang efektif menyasar profil pelajar Pancasila dan Mengoptimalkan kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila yang berdampak kepada murid, terutama dari segi kreatifitas dan penumbuhan karakter.

Profil Pelajar Pancasila

Visi Pendidikan Indonesia adalah untuk mewujudkan Indonesia maju ang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila.

Profil Pelajar Pancasila terdiri dari 6 dimensi, yaitu:
  1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia
  2. Berkebinekaan Global
  3. Bergotong royong
  4. Mandiri
  5. Bernalar kritis
  6. Kreatif
Profil Pelajar Pancasila tidak hanya berfokus pada kemampuan kognitif, tetapi juga sikap dan perilaku sesuai jati diri sebagai bangsa Indonesia dan warga dunia. 

Projek penguatan profil pelajar Pancasila diharapkan dapat mendorong peserta didik menjadi pelajar sepanjang hayat yang berkompeten, berkarakter, dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Gambaran Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)
  • P5 merupakan kegiatan kokurikuler yang berbasis projek
  • P5 dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila
  • Pelaksanaan P5 dilakukan secara fleksibel dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan
  • P5 dirancang terpisah dari intrakurikuler (tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran P5 tidak harus dikaitkan dengan tujuan dan materi pembelajaran intrakurikuler)
  • Satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan P5.
Prinsip-Prinsip Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)
  • Holistik, artinya memandang sesuatu secara utuh dan menyeluruh, tidak terpisah-pisah. P5 dilaksanakan dengan menelaah sebuah tema secara utuh dan melihat keterhubungan dari berbagai hal untuk memahami sebuah isu yang mendalam.
  • Kontekstual, artinya dalam pelaksanaan P5 harus berdasarkan pengalaman nayta siswa, guru dan siswa dapat menggunakan lingkungan sekitar dan realitas kehidupan sehari-hari sebagai bahan utama pembelajaran.
  • Berpusat pada peserta didik, artinya mendorong peserta didik menjadi subjek pembelajaran yang aktif mengelola proses belajarnya secara mandiri, termasuk mempunyai kesempatan memilih dan mengusulkan topik projek sesuai minatnya.
  • Eksploratif, berkaitan dengan semangat untuk membuka ruang yang lebar bagi proses pengembangan diri dan inkuiri (terstruktur atau bebas).
Manfaat Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)

Manfaat Projek Penguatan Profil Pancasila bagi Satuan Pendidikan
  • Menjadikan satuan pendidikan sebagai sebuah ekosistem yang terbuka untuk partisipasi dan keterlibatan masyarakat.
  • Menjadikan satuan pendidikan sebagai organisasi pembelajaran yang berkontribusi kepada lingkungan dan komunitas di sekitarnya
Manfaat Projek Penguatan Profil Pancasila bagi Pendidik
  • Memberikan ruang dan waktu untuk peserta didik mengembangkan kompetensi dan memperkuat karakter profil pelajar Pancasila.
  • Merencanakan proses pembelajaran projek profil dengan tujuan akhir yang jelas.
  • Mengembangkan kompetensi sebagai pendidik yang terbuka untuk berkolaborasi dengan pendidik dari mata pelajaran lain untuk memperkaya hasil pembelajaran
Manfaat Projek Penguatan Profil Pancasila bagi Peserta Didik
  • Memberikan ruang dan waktu untuk peserta didik mengembangkan kompetensi dan memperkuat karakter dan profil pelajar Pancasila.
  • Merencanakan proses pembelajaran projek profil dengan tujuan akhir yang jelas.
  • Mengembangkan kompetensi sebagai pendidik yang terbuka untuk berkolaborasi dengan pendidik dari mata pelajaran lain untuk memperkaya hasil pembelajaran.
Peran Kepala Satuan Pendidikan dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
  • Membentuk tim P5 dan ikut merencanakan projek profil.
  • Mendampingi jalannya projek profil dan melakukan pengelolaan sumber daya satuan pendidikan secara transparan dan akuntabel.
  • Membangun komunikasi untuk kolaborasi antara orang tua siswa, waga satuan pendidikan, dan narasumber pengaya projek profil; masyarakat, komunitas, universitas, praktisi, dll
  • Mengembangkan komunitas praktisi/belajar di satuan pendidikan untuk meningkatkan kompetensi pendidik yang berkelanjutan.
  • Melakukan coaching secara berkala bagi pendidik.
  • Merencanakan, melaksanakan, merefleksikan, dan mengevaluasi pengembangan aktivitas dan asesmen projek profil yang berpusat pada siswa.
Peran Pendidik yang menjadi Tim Fasilitator Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
  • Perencana Projek, yaitu melakukan perancangan tujuan, alur kegiatan, strategi pelaksanaan, dan asesmen projek secara berkelanjutan.
  • Fasilitator, yaitu memfasilitasi peserta didik menjalankan projek yang sesuai dengan minatnya, dengan pilihan cara belajar dan produk belajar yang sesuai dengan prefensi peserta didik.
  • Pendampingan, yaitu membimbing siswa menjalankan projek, menemukan isu yang relevan, dan mengarahkan siswa merencanakan aksi yang berkelanjutan.
  • Supervisor dan konsultan, yaitu mengawasi dan mengarahkan siswa dalam pencapaian projek, memberikan saran dan masukan secara berkelanjutan untuk siswa, dan melakukan asesmen performa siswa selama projek berlangsung.
  • Moderator, yaitu memandu siswa dalam berbagai aktivitas diskusi.
Alur Perencanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
  • Kepala Satuan Pendidikan membentuk tim fasilitator projek penguatan profil pelajar Pancasila
  • Kepala satuan pendidikan bersama tim fasilitator projek mengidentifikasi tingkat kesiapan satuan pendidikan
  • Tim Fasilitator Projek menentukan fokus dimensi profil pelajar Pancasila, tema, dan alokasi waktu projek penguatan profil pelajar Pancasila berdasarkan kondisi dan kebutuhan satuan pendidikan.
  • Tim Fasilitator projek menyusun modul projek sesuai tingkat kesiapan satuan pendidikan dengan tahapan umum; menentukan sub-elemen (tujuan projek), mengembangkan topik, alur, dan durasi projek, serta mengembangkan aktivitas dan asesmen projek
  • Tim Fasilitator merancang strategi pelaporan hasil projek.
Tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila SD/MI, SMP/Mts, SMA/MA, SMK/MAK dan sederajat
  • Gaya Hidup Berkelanjutan
  • Kearifan Lokal
  • Bhinneka Tunggal Ika
  • Bangunlah Jiwa dan Raganya
  • Suara Demokrasi (kecuali SD/MI)
  • Rekayasa dan Teknologi
  • Kewirausahaan
  • Kebekerjaan (Tema wajib jenjang SMK/MAK)

Dalam satu tahun ajaran, siswa mengikuti projek penguatan profil pelajar Pancasila dengan ketentuan:

  • Jenjang PAUD: 1 s/d 2 projek profil dengan tema berbeda
  • Jenjang SD/MI/SDLB/Paket A: 2 s/d 3 projek profil dengan tema berbeda
  • Jenjang SMP/MTs/SMPLB/Paket B: 3 s/d 4 Projek profil dengan tema berbeda
  • Jenjang SMA/MA/SMALB/Paket C Kelas X: 3 s/d 4 Projek profil dengan tema berbeda
  • Jenjang SMA/MA/SMALB/Paket C Kelas XI dan XII: 2 s/d 3 Projek profil dengan tema berbeda
  • Jenjang SMK/MAK Kelas X: 3 Projek profil dengan 2 tema pilihan 1 tema kebekerjaan
  • Jenjang SMK/MAK Kelas XI: 2 Projek profil dengan 1 tema pilihan 1 tema kebekerjaan
  • Jenjang SMK/MAK Kelas XII: 1 Projek profil dengan tema kebekerjaan
  • Jenjang SPK: 2 s/d 3 Projek profil dengan tema berbeda
  • Khusus untuk kelas XIII pada SMK program 4 tahun tidak perlu melaksanakan projek penguatan profil Pancasila.
Komponen Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
  • Profil Modul, yaitu Tema dan topik atau judul modul, fase atau jenjang sasaran, dan durasi kegiatan
  • Tujuan, yaitu pemetaan dimensi, elemen, sub elemen profil pelajar Pancasila yang menjadi tujuan projek profil
  • Rubrik pencapaian yang berisi rumusan yang sesuai dengan fase siswa (untuk pendidikan dasar dan menengah)
  • Aktivitas, yaitu alur aktivitas projek profil secara umum dan penjelasan detail tahapan kegiatan dan asesmennya
  • Asesmen, yaitu instrumen pengolahan hasil asesmen untuk menyimpulkan pencapaian projek profil.
Komponen projek dapat disesuaikan lagi sesuai dengan kondisi sekolah dan kebutuhan siswa. Modul dapat diperkaya dengan menambahkan komponen berikut:
  • Deskripsi singkat projek profil
  • Pertanyaan pemantik untuk memancing diskusi atau proses inkuiri siswa
  • Alat, bahan, serta media belaajr yang perlu disiapkan
  • Referensi pendukung

Untuk dapat kita lebih memahami tentang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, dapat kita membaca panduan P5 berikut:

Panduan-Penguatan-Projek-Profil-Pancasila
Guru PPKN Abad 21

 

MGMP sebagai sarana/wadah bagi guru dalam berkomunikasi,berkolaborasi, belajar, dan bertukar pikiran serta pengalaman untuk meningkatkan kinerja guru selaku pelaku perubahan dalam proses pembelajaran di dalam kelas.

MGMP merupakan suatu hal yang penting. Selain beberapa alasan di atas, kegiatan MGMP membantu para guru dalam meningkatkan profesionalisme mengajar, baik berupa sikap, pengetahuan, maupun keterampilan, sehingga akan berpengaruh pula terhadap siswa.

Selanjutnya, tujuan dari pembentukan atau kegitan MGMP antara lain:

  1. Memperluas pengetahuan guru dalam hal penguasaan materi pembelajaran, penyusunan bahan-bahan pembelajaran, metode pembelajaran, tata cara pembelajaran, dan hal-hal yang berkaitan dengan proses pembelajaran.
  2. Sebagai forum untuk menyetarakan kemampuan guru di bidangnya agar mampu menunjang pemerataan peningkatan kegiatan belajar mengajar.
  3. Sebagai sarana diskusi bagi guru terkait permasalahan yang terjadi sehari-hari selama proses pembelajaran.
  4. Sebagai wadah bagi guru untuk mendapatkan dan berbagi informasi terkait pendidikan, misalnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, perubahan kurikulum, metodologi, dan sebagainya.
  5. Meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan modul ajar.
  6. Meningkatkan kompetensi dalam penyelenggaraan pembelajaran aktif, inovatif, keratif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM).
  7. Menjadikan guru lebih profesional dalam bekerja.
Kegiatan rutin dalam MGMP antara lain:

  • Berdiskusi terkait masalah yang terjadi dalam proses pembelajaran.
  • Menyusun dan mengembangkan silabus, program semester, dan rencana program pembelajaran.
  • Analisis kurikulum.
  • Menyusun laporan hasil belajar siswa.
  • Pendalaman materi.
  • Pelatihan yang berkaitan dengan penguasaan materi yang mendukung proses pembelajaran. 
  • Pembahasan materi dan pemantapan menghadapi ujian.
SMP Negeri 2 Umbu Ratu Nggay Barat sebagai lembaga pendidikan formal telah melakukan kegiatan MGMP yang berlangsung selama 2 hari yakni selasa 26-27 september 2023 di aula SMP Negeri 2 Umbu Ratu Nggay Barat, adapun yang menjadi bahan diskusi pada kegiatan ini adalah tentang modul ajar, P5, refleksi dan evaluasi implementasi kurikulum merdeka.

Pada kesempatan ini bapak Melki Umbu Sorung, S.Pd., Gr Selaku Kepala Sekolah memberikan sambutannya bahwa sekolah sebagai wadah pendidikan tentu harus terus berupaya untuk terus berinovasi dan mengembangkan diri baik secara pribadi maupun secara kolaboratif, apalagi sekolah ini merupakan sekolah yang mengimplementasikan kurikulum merdeka angkatan ke 2, dan tahun ini merupakan tahun kedua kita melaksanakannya, untuk itu kita perlu merefleksi dan mengevaluasi diri agar terus berkembang kerah yang lebih baik.

Kesempatan ini juga hadir bapak pengawas wilayah bapak Lowu Dapajiangu, S.Pd sekaligus menjadi narasumber untuk memberikan motivasi dan nasehat kepada peserta MGMP pada kegiatan tersebut, dalam sambutannya beliu menyampaikan beberapa hal penting diantaranya:
  • Sebagai guru harus terus belajar mengupgreat diri sesuai perkembangan zaman.
  • Terus berinovasi dan bekerjasama
  • Selalu update terhadap informasi terbaru
  • Mengembangkan diri dengan cara belajar dan berbagi.
  • Melaksanakan tugas dan kewajiban secara baik.
  • Terus bersemangat dalam memajukan sekolah.
Kesimpulan

  1. Dalam ajaran Ki Hadjar Dewantara, kemerdekaan dalam pendidikan berarti:
  • Tidak hidup terperintah;
  • Berdiri tegak karena kekuatan sendiri;
  • Cakap mengatur hidupnya dengan tertib. Tidak hidup terperintah berarti seseorang bisa menentukan sendiri arah tujuannya, memerintah diri sendiri. Poin kedua menekankan pada kemandirian seseorang, mencapai tujuan dengan daya upaya sendiri. Poin ketiga menekankan pada keterampilan mengatur hidup secara tertib.
  1. Ki Hajar Dewantara menjelaskan tujuan pendidikan dalam bukunya Pemikiran, Konsepsi, Keteladanan, Sikap Merdeka seri Pendidikan, beliau menjelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu: menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Oleh sebab itu, pendidik itu hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak.
  2. Untuk mencapai murid merdeka ada tiga komponen penting yang perlu dilakukan guru dikelas yaitu melibatkan murid dalam menentukan tujuan, memberikan pilihan cara dan mengajak murid untuk melakukan refleksi
  3. Komponen siklus merdeka belajar: menentukan tujuan, mandiri tehadap cara melakukan refleksi.
  4. Tujuan pendidikan yaitu menyiapkan hidup, fokus pada kompetensi sehingga ujian bersifat bermakna, meningkatkan kemampuan menalar dan mengembangkan kemandirian.
  5. Merdeka Belajar adalah belajar yang diatur sendiri oleh pelajar. Pelajar yang menentukan tujuan, cara dan penilaian belajarnya. Dari sudut pandang pengajar, merdeka belajar berarti belajar yang melibatkan murid dalam penentuan tujuan, memberi pilihan cara, dan melakukan refleksi terhadap proses dan hasil belajar.
  6. Belajar bukan untuk ujian, tapi untuk mencapai tujuan belajar yang bermakna. Belajar bukan dikendalikan pengajar, tapi disepakati bersama antara pengajar dan pelajar. Belajar bukan dengan cara yang seragam, tapi ada diferensiasi cara belajar. Belajar bukan hanya menghafal rumus, tapi menalar dan menyelesaikan persoalan. Belajar bukan untuk dinilai pengajar, tapi dinilai bersama untuk membangun kesadaran. Belajar bukan dinilai oleh besarnya angka, tapi oleh karya yang bermakna.
  7. Guru Merdeka Belajar adalah guru yang senantiasa berefleksi untuk menyesuaikan pemikiran untuk menyesuaikan pemikiran dan perbuatannya terhadap perubahan dalam upaya mencapai tujuan.
  8. Empat Kunci Pengembangan Guru Merdeka Belajar:
  • Kemerdekaan: Guru merdeka belajar mempunyai kesempatan menentukan tujuan, cara dan refleksi belajar untuk terus menerus melakukan pengembangan diri, seperti: terlibat dalam menetapkan target kinerja sekolah dan guru, memilih pelatihan yang sesuai kebutuhan belajarnya, dan melakukan refleksi berkala terhadap capaian dan proses mencapai target.
  • Kompetensi: Guru merdeka belajar mempunyai kesempatan mengembangkan kompetensinya sehingga siap menghadapi tantangan pengajaran sesuai bidang studi, murid yang diajar dan relevan dengan konteksnya, seperti kesempatan untuk mengikuti pelatihan yang sesuai kebutuhan belajarnya, kesempatan melakukan proyek percobaan. kesempatan mendapatkan umpan balik berkualitas dan kesempatan menilai kompetensinya.
  • Kolaborasi Guru merdeka belajar mempunyai kesempatan melakukan kolaborasi dengan guru dan komunitas untuk menghasilkan karya atau mencapai tujuan bersama, seperti: kesempatan berinteraksi ke sekolah lain, kesempatan terlibat di komunitas yang relevan dan kesempatan melakukan proyek bersama.
  • Karier: Guru merdeka belajar mempunyai kesempatan untuk mengenali, memilih, merencanakan dan mengembangkan karier sesuai potensi dan aspirasinya dengan tetap mengajar di kelas, seperti kesempatan berkarya. kesempatan mengenalkan karya melalui presentasi, pameran atau di web/aplikasi dan mendapat umpan balik terhadap karyanya.
Program Kelas Merdeka Belajar:
  • Kesepakatan Kelas Merdeka Belajar
  • Merancang RPP Merdeka Belajar
  • Asesmen formatif merdeka belajar
  • Pembelajaran Merdeka Belajar berbasis Kompetensi

Terima Kasih Kepada;
#Dinas Pendidikan Sumba Tengah
#Bapak Pengawas
#Bapak Kepala Sekolah
#Guru Dan Tendik SMPN 2 Umbu Ratu Nggay Barat

Guru PPKN Abad 21





Kesadaran berbangsa dan bela negara merupakan nilai-nilai yang penting untuk ditanamkan pada generasi muda, termasuk anak-anak SMPN 2 Umbu Ratu Nggay Barat. Melalui pemahaman dan pengamalan nilai-nilai ini, diharapkan anak-anak SMPN 2 Umbu Ratu Nggay Barat dapat menjadi warga negara yang aktif, bertanggung jawab, dan mencintai tanah airnya. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bela negara penting untuk anak-anak, bagaimana melakukannya, serta manfaat yang dapat diperoleh.

Pentingnya Menumbuhkan Kesadaran Berbangsa dan Bela Negara

Menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bela negara pada anak di SMPN 2 Umbu Ratu Nggay Barat memiliki beberapa alasan yang penting. Pertama, ini merupakan tahap perkembangan mereka yang penting dalam membangun identitas nasional. Anak-anak  mulai menyadari peran mereka sebagai anggota masyarakat yang lebih luas, dan pemahaman tentang bangsa dan negara akan membantu mereka mengenali jati diri mereka sebagai warga negara Indonesia.

Kedua, menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bela negara juga dapat membantu anak-anak  memahami nilai-nilai yang penting dalam membangun persatuan dan kesatuan. Dalam masyarakat yang beragam seperti Indonesia, pemahaman tentang keberagaman budaya, bahasa, dan agama akan membantu anak-anak menjadi lebih inklusif dan menghargai perbedaan.

Terakhir, menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bela negara pada anak-anak juga penting untuk mempersiapkan mereka sebagai generasi penerus bangsa. Mereka adalah masa depan Indonesia, dan dengan memahami nilai-nilai berbangsa dan bela negara, mereka akan menjadi pemimpin yang berintegritas, berkomitmen, dan mampu menjaga keutuhan negara.

Cara Menumbuhkan Kesadaran Berbangsa dan Bela Negara

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bela negara pada anak-anak. Pertama, pendidikan merupakan kunci utama.

Kesadaran berbangsa dan bela negara adalah dua aspek yang sangat penting dalam pembentukan identitas dan keberlanjutan sebuah negara. Kesadaran berbangsa merujuk pada pemahaman dan penghargaan terhadap nilai-nilai, budaya, sejarah, dan kehidupan bersama dalam suatu bangsa. Sementara itu, bela negara mencakup kewajiban individu untuk melindungi dan mempertahankan kedaulatan, keutuhan wilayah, serta kepentingan negara.


Dalam era globalisasi yang semakin kompleks ini, penting bagi setiap warga negara untuk memiliki kesadaran berbangsa yang kuat dan semangat bela negara yang tinggi. Hal ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga pendidikan, tetapi juga tanggung jawab setiap individu dalam masyarakat. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bela negara:

1. Pendidikan Nasional yang Berkualitas

Pendidikan nasional memainkan peran penting dalam membentuk kesadaran berbangsa dan bela negara. Seperti Kurikulum pendidikan harus memasukkan materi yang mengajarkan tentang sejarah, budaya, dan nilai-nilai kebangsaan. Melalui pembelajaran ini, siswa akan memahami pentingnya menghargai keanekaragaman budaya dalam bangsa mereka dan memperkuat rasa persatuan.

2. Pengenalan Terhadap Simbol-Simbol Kebangsaan dan lagu wajib nasional

Simbol-simbol kebangsaan seperti bendera, lambang negara, dan lagu kebangsaan memiliki makna yang mendalam. Penting bagi individu untuk memahami dan menghargai simbol-simbol ini sebagai bagian dari identitas nasional mereka. Sekolah dan lembaga masyarakat dapat mengadakan kegiatan yang melibatkan pemahaman dan apresiasi terhadap simbol-simbol kebangsaan.

3. Partisipasi dalam Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan

Melibatkan diri dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan dapat memperkuat rasa solidaritas dan kepedulian terhadap sesama warga negara. 

#MPLS2023
#Spendu-URGB
#MerdekaBelajar
#SekolahPenggerak