SELAMAT DATANG DI BLOG GURU PPKN-GURU PEMBELAJAR SEPANJANG HAYAT-BELAJAR BERBAGI-MERDEKA BELAJAR ABAD 21
Tampilkan postingan dengan label pengharapan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengharapan. Tampilkan semua postingan
Guru PPKN Abad 21

 

MGMP sebagai sarana/wadah bagi guru dalam berkomunikasi,berkolaborasi, belajar, dan bertukar pikiran serta pengalaman untuk meningkatkan kinerja guru selaku pelaku perubahan dalam proses pembelajaran di dalam kelas.

MGMP merupakan suatu hal yang penting. Selain beberapa alasan di atas, kegiatan MGMP membantu para guru dalam meningkatkan profesionalisme mengajar, baik berupa sikap, pengetahuan, maupun keterampilan, sehingga akan berpengaruh pula terhadap siswa.

Selanjutnya, tujuan dari pembentukan atau kegitan MGMP antara lain:

  1. Memperluas pengetahuan guru dalam hal penguasaan materi pembelajaran, penyusunan bahan-bahan pembelajaran, metode pembelajaran, tata cara pembelajaran, dan hal-hal yang berkaitan dengan proses pembelajaran.
  2. Sebagai forum untuk menyetarakan kemampuan guru di bidangnya agar mampu menunjang pemerataan peningkatan kegiatan belajar mengajar.
  3. Sebagai sarana diskusi bagi guru terkait permasalahan yang terjadi sehari-hari selama proses pembelajaran.
  4. Sebagai wadah bagi guru untuk mendapatkan dan berbagi informasi terkait pendidikan, misalnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, perubahan kurikulum, metodologi, dan sebagainya.
  5. Meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan modul ajar.
  6. Meningkatkan kompetensi dalam penyelenggaraan pembelajaran aktif, inovatif, keratif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM).
  7. Menjadikan guru lebih profesional dalam bekerja.
Kegiatan rutin dalam MGMP antara lain:

  • Berdiskusi terkait masalah yang terjadi dalam proses pembelajaran.
  • Menyusun dan mengembangkan silabus, program semester, dan rencana program pembelajaran.
  • Analisis kurikulum.
  • Menyusun laporan hasil belajar siswa.
  • Pendalaman materi.
  • Pelatihan yang berkaitan dengan penguasaan materi yang mendukung proses pembelajaran. 
  • Pembahasan materi dan pemantapan menghadapi ujian.
SMP Negeri 2 Umbu Ratu Nggay Barat sebagai lembaga pendidikan formal telah melakukan kegiatan MGMP yang berlangsung selama 2 hari yakni selasa 26-27 september 2023 di aula SMP Negeri 2 Umbu Ratu Nggay Barat, adapun yang menjadi bahan diskusi pada kegiatan ini adalah tentang modul ajar, P5, refleksi dan evaluasi implementasi kurikulum merdeka.

Pada kesempatan ini bapak Melki Umbu Sorung, S.Pd., Gr Selaku Kepala Sekolah memberikan sambutannya bahwa sekolah sebagai wadah pendidikan tentu harus terus berupaya untuk terus berinovasi dan mengembangkan diri baik secara pribadi maupun secara kolaboratif, apalagi sekolah ini merupakan sekolah yang mengimplementasikan kurikulum merdeka angkatan ke 2, dan tahun ini merupakan tahun kedua kita melaksanakannya, untuk itu kita perlu merefleksi dan mengevaluasi diri agar terus berkembang kerah yang lebih baik.

Kesempatan ini juga hadir bapak pengawas wilayah bapak Lowu Dapajiangu, S.Pd sekaligus menjadi narasumber untuk memberikan motivasi dan nasehat kepada peserta MGMP pada kegiatan tersebut, dalam sambutannya beliu menyampaikan beberapa hal penting diantaranya:
  • Sebagai guru harus terus belajar mengupgreat diri sesuai perkembangan zaman.
  • Terus berinovasi dan bekerjasama
  • Selalu update terhadap informasi terbaru
  • Mengembangkan diri dengan cara belajar dan berbagi.
  • Melaksanakan tugas dan kewajiban secara baik.
  • Terus bersemangat dalam memajukan sekolah.
Kesimpulan

  1. Dalam ajaran Ki Hadjar Dewantara, kemerdekaan dalam pendidikan berarti:
  • Tidak hidup terperintah;
  • Berdiri tegak karena kekuatan sendiri;
  • Cakap mengatur hidupnya dengan tertib. Tidak hidup terperintah berarti seseorang bisa menentukan sendiri arah tujuannya, memerintah diri sendiri. Poin kedua menekankan pada kemandirian seseorang, mencapai tujuan dengan daya upaya sendiri. Poin ketiga menekankan pada keterampilan mengatur hidup secara tertib.
  1. Ki Hajar Dewantara menjelaskan tujuan pendidikan dalam bukunya Pemikiran, Konsepsi, Keteladanan, Sikap Merdeka seri Pendidikan, beliau menjelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu: menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Oleh sebab itu, pendidik itu hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak.
  2. Untuk mencapai murid merdeka ada tiga komponen penting yang perlu dilakukan guru dikelas yaitu melibatkan murid dalam menentukan tujuan, memberikan pilihan cara dan mengajak murid untuk melakukan refleksi
  3. Komponen siklus merdeka belajar: menentukan tujuan, mandiri tehadap cara melakukan refleksi.
  4. Tujuan pendidikan yaitu menyiapkan hidup, fokus pada kompetensi sehingga ujian bersifat bermakna, meningkatkan kemampuan menalar dan mengembangkan kemandirian.
  5. Merdeka Belajar adalah belajar yang diatur sendiri oleh pelajar. Pelajar yang menentukan tujuan, cara dan penilaian belajarnya. Dari sudut pandang pengajar, merdeka belajar berarti belajar yang melibatkan murid dalam penentuan tujuan, memberi pilihan cara, dan melakukan refleksi terhadap proses dan hasil belajar.
  6. Belajar bukan untuk ujian, tapi untuk mencapai tujuan belajar yang bermakna. Belajar bukan dikendalikan pengajar, tapi disepakati bersama antara pengajar dan pelajar. Belajar bukan dengan cara yang seragam, tapi ada diferensiasi cara belajar. Belajar bukan hanya menghafal rumus, tapi menalar dan menyelesaikan persoalan. Belajar bukan untuk dinilai pengajar, tapi dinilai bersama untuk membangun kesadaran. Belajar bukan dinilai oleh besarnya angka, tapi oleh karya yang bermakna.
  7. Guru Merdeka Belajar adalah guru yang senantiasa berefleksi untuk menyesuaikan pemikiran untuk menyesuaikan pemikiran dan perbuatannya terhadap perubahan dalam upaya mencapai tujuan.
  8. Empat Kunci Pengembangan Guru Merdeka Belajar:
  • Kemerdekaan: Guru merdeka belajar mempunyai kesempatan menentukan tujuan, cara dan refleksi belajar untuk terus menerus melakukan pengembangan diri, seperti: terlibat dalam menetapkan target kinerja sekolah dan guru, memilih pelatihan yang sesuai kebutuhan belajarnya, dan melakukan refleksi berkala terhadap capaian dan proses mencapai target.
  • Kompetensi: Guru merdeka belajar mempunyai kesempatan mengembangkan kompetensinya sehingga siap menghadapi tantangan pengajaran sesuai bidang studi, murid yang diajar dan relevan dengan konteksnya, seperti kesempatan untuk mengikuti pelatihan yang sesuai kebutuhan belajarnya, kesempatan melakukan proyek percobaan. kesempatan mendapatkan umpan balik berkualitas dan kesempatan menilai kompetensinya.
  • Kolaborasi Guru merdeka belajar mempunyai kesempatan melakukan kolaborasi dengan guru dan komunitas untuk menghasilkan karya atau mencapai tujuan bersama, seperti: kesempatan berinteraksi ke sekolah lain, kesempatan terlibat di komunitas yang relevan dan kesempatan melakukan proyek bersama.
  • Karier: Guru merdeka belajar mempunyai kesempatan untuk mengenali, memilih, merencanakan dan mengembangkan karier sesuai potensi dan aspirasinya dengan tetap mengajar di kelas, seperti kesempatan berkarya. kesempatan mengenalkan karya melalui presentasi, pameran atau di web/aplikasi dan mendapat umpan balik terhadap karyanya.
Program Kelas Merdeka Belajar:
  • Kesepakatan Kelas Merdeka Belajar
  • Merancang RPP Merdeka Belajar
  • Asesmen formatif merdeka belajar
  • Pembelajaran Merdeka Belajar berbasis Kompetensi

Terima Kasih Kepada;
#Dinas Pendidikan Sumba Tengah
#Bapak Pengawas
#Bapak Kepala Sekolah
#Guru Dan Tendik SMPN 2 Umbu Ratu Nggay Barat

Guru PPKN Abad 21

Profil pelajar Pancasila merupakan gambaran pelajar Indonesia yang merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai dengan nilai- nilai Pancasila. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan dilingkungan sekitar untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam profil pelajar Pancasila.

Berdasarkan Permendikbudristek No. 56/M/2022, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kmetensi Lulusan.

Pelaksanaan P5 di SMP Negeri 2 Umbu Ratu Nggay Barat menggunakan sistem blok yaitu 1 minggu penuh sesuai dengan alokasi waktu yang telah direncanakan. Perhitungan waktu pelaksanaan P5 dalam 1 tahun 360 jam pelajaran atau 30% dari alokasi total jam pelajaran. Terdapat 3 Projek dalam 1 tahun, sehingga tiap projek memiliki alokasi waktu 120 JP.

Dalam satu tahun memilih tiga tema yang harus di projekan, 3 projek tersebut yaitu:
  1. Proyek 1 dengan tema Suara Demokrasi,
  2. Proyek 2 dengan tema kearifan lokal,
  3. Proyek 3 dengan tema bangunlah jiwa dan raganya.
Berikut merupakan modul projek P5 tema bangunkah jiwa raganya dengan tema senam kreasi pada SMPN 2 Umbu Ratu Nggay Barat-Kabupaten Sumba Tengah-NTT.

Gambaran umum tentang keseluruhan Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) 

Pelajar Indonesia dituntut bukan hanya baik dalam kegiatan intrakulikuler dan ekstrakuliker, namun, seiring dengan perjalanan pendidikannnya, peserta didik juga diharapkan dapat membangun karakter dan mengembangkan nilai-nilai Pancasila, serta menintegrasikannya dalam setiap kegiatan yang mereka lakukan. 

Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) ini dikembangkan berdasarkan kondisi kesiapan sekolah di SMP Negeri 2 Umbu Ratu Nggay Barat berdasarkan input siswa dan ketersediaan sumber daya peralatan yang dapat diupayakan dan kesiapan fasilitator.

Kreatif dan gotong royong merupakan dimensi yang dikuatkan dalam modul ini. Mengambil judul “’FESTIVAL SENAM KREASI” dari tema Bangunlah Jiwa dan Raganya. Topik dalam modul ini adalah Senam Sebagai Wadah Kreatifitas Menuju SPENDU-URGB yang Sehat dan Bahagia.

Tema yang diangkat dalam  projek merupakan salah satu dari tujuh tema yang dirumuskan dalam Naskah Profil Pelajar Pancasila yaitu “Bangunlah Jiwa dan Raganya” dengan topik “Senam Sebagai Wadah Kreatifitas Menuju SPENDU-URGB yang Sehat Jiwa dan Raga. Projek ini dibuat agar dapat membentuk peserta didik dengan karakter Pancasila dan ketahanan diri yang kuat sesuai dengan keseimbangan olah rasa, olah pikir, olah raga dan olah karsa yang dicetuskan oleh Ki Hadjar Dewantara.

TUJUAN
  1. Projek yang mengintegrasikan dua dimensi Profil Pelajar Pancasila ini diharapkan dapat memberi kesempatan kepada pihak sekolah, guru, dan peserta didik khususnya, untuk mengerti dan menyadari pentingnya kesehatan jiwa dan raga dirinya dalam kehidupan mereka sehari-hari terutama kegiatan pembelajaran disekolah. 
  2. Selain itu, projek dengan metode student-centered ini dapat menghasilkan banyak hal-hal positif yang berguna untuk diri mereka sendiri dan orang disekitar mereka.
  3. Pada akhir projek ini, peserta didik diharapkan dapat mengerti tentang dirinya sendiri, mencintai dirinya sendiri, mengerti semua emosi yang dia rasakan dan peduli terhadap kesehatannya baik kesehatan mental maupun kesehatan fisiknya. Peserta didik juga diharapkan dapat mencari berbagai kegiatan lain yang dapat membantu mereka dalam menjaga kesejahteraan dirinya serta mengajak orang lain untuk menyadari dan menjaga kesehatan mental mereka.
  4. Peserta didik mampu menuangkan ide /gagasan kreatif, luwes untuk menghasilkan karya dan tindakan yang orisinil dalam bentuk senam kreasi.
  5. Peserta didik mampu membangun komunikasi guna menghasilkan kerjasama, kolaborasi, dan menentukan tujuan bersama dalam menciptakan senam kreasi.

MANFAAT PROJEK

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila memberikan ruang bagi semua anggota komunitas satuan pendidikan untuk dapat mempraktikkan dan mengamalkan Profil Pelajar Pancasila Untuk satuan pendidikan:
  • Menjadikan satuan pendidikan sebagai sebuah ekosistem yang terbuka untuk partisipasi dan keterlibatan masyarakat.
  • Menjadikan satuan pendidikan sebagai organisasi pembelajaran yang berkontribusi kepada lingkungan dan komunitas di sekitarnya. 
Untuk pendidik
  • Memberi ruang dan waktu untuk peserta didik mengembangkan kompetensi dan memperkuat karakter dan Profil Pelajar Pancasila.
  • Merencanakan proses pembelajaran projek dengan tujuan akhir yang jelas.
  • Mengembangkan kompetensi sebagai pendidik yang terbuka untuk berkolaborasi dengan pendidik dari mata pelajaran lain untuk memperkaya hasil pembelajaran.
RELEVANSI PROJEK BAGI GURU DAN SEKOLAH 

Dengan adanya projek ini yang mengangkat tema tentang Bangunlah Jiwa raganya kita berupaya untuk membekali dan mermbangun peserta didik agar lebih mengerti tentang apa yang dirasakan, dilihat, dan didengarnya. sehingga peserta didik mampu melampaui masa remaja mereka dengan sehat dan bahagia.

Kesehatan diri peserta didik merupakan suatu keadaan, dimana peserta didik dalam kondisi mood positif, memiliki sifat, ketahanan  dan kepuasan diri yang kuat, merasa aman disekolah dan mempunyai kesehatan mental yang baik. Kesejahteraan peserta didik merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil pembelajaran dan perkembangan disekolah.   

Maraknya stres, kurang percaya diri, perundingan, merokok, dan hal-hal lainnya yang mengakibatkan penurunan hasil belajar dikalangan remaja harus dipertanyakan apakah ini adalah sebuah akibat dari kesalahan mereka sendiri atau lingkungan sekitar atau karena kesejahteraan diri tidak pernah dikenalkan dan diajarkan oleh sekolah. 

Sekolah sebagai institusi pendidikan sebaiknya memperhatikan dan menjaga agar peserta didik terhindar dari kelakuan-kelakuan negatif tersebut. 

Mengenalkan dan mengajarkan hal-hal positif akan sangat membantu peserta didik dalam menghadapi tantangan yang ada. Selain itu, memberikan pemahaman mengenai kesehatan mental, emosi yang dirasakan dan cara menanggulangi emosi yang baik dapat menghasilkan respon yang positif pada hasil pembelajaran peserta didik. 

Penguatan mental dan karakter adalah modal yang dapat diajarkan kepada peserta didik agar mereka kuat menghadapi tekanan mental di kemudian hari Sekolah dapat memberikan pengalaman akan pentingnya kesehatan jiwa dan raga yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk dapat merawat atau memelihara/menjaga diri agar tetap sehat dan bahagia, kemudian diikuti dengan refleksi pada tahapannya akan membentuk masukan dan pengalaman positif dari pengalamann itu sendiri. 

Di mana hal ini akan menghasilkan peserta didik yang mampu mengelola emosi secara konstruktif, beradaptasi dengan baik, membangun sinergi atas tim sehingga sekolah dapat mendorong peserta didik lebih mudah dan siap menjadi bagian dari masyarakat global. Bagaimanapun, sebagai kompas kehidupan, kesehatan dapat mengarahkan kita untuk berpikir, merasa, bertindak, dan berkarya ke arah benar salah, baik buruk, pantas tidak pantas.

 
PERTEMUAN-HARI 1

Waktu                  :12 JP
Alat dan Bahan : Infokus
Peran Guru        : Pemateri dan Fasilitator
Persiapan :
  1. Mengkondisikan kelas dapat mengikuti kegiatan.
  2. Mengkondisikan kelompok dapat mengikuti kegiatan
Pelaksanaan :
Fasilitator :
  • Membuat Kesepakatan Kelas
  • Menyampaikan informasi secara detail tentang pelaksanaan P5. (tema, topik, dimensi, tujuan, dan penilaian)
  • Membentuk kelompok ( siswa) dan membuat yel - yel.
  • Mempersilakankan setiap kelompok menentukan judul projek.
  • Melaksanakan refleksi awal 
Siswa :
  • Menentukan judul projek.
  • Mengikuti refleksi awal

HARI KE 2 
Agenda.
  • Mengingatkan kembali kesepakatan kelas.
  • Mengingat kembali kegiatan hari ke – 1 dan tujuan P5.
  • Presentasi rencana judul oleh siswa
  • Menyampaikan rencana hari ke – 3
  • Refleksi awal projek.
  • Fasilitator : Memberikan apersepsi dan motivasi Meminta kelompok siswa presentasi rencana judul.
  • Siswa :  Presentasi rencana judul Lanjutan.
Hari Ke-2 Alur kontekstualisasi pemahamam peserta didik tentang pelaksanaan projek dan judul yang ditentukan. 

Pelaksanaan Asesmen awal untuk peserta didik Menggali Informasi Fasilitator membimbing siswa untuk menggali informasi perdasarkan rencana projek sesuai judul yang mereka tentukan (mencari contoh) Menentukan Rencana Projek Fasilitator membimbing siswa untuk menentukan rencana projek secara konkrit (menentukan judul senam kreasi) Asesmen Formatif Fasilitator memberikan assesmen awal proyek sebagai sarana mengetahui semangat awal siswa.

Agenda
  • Memberikan apersepsi dan motivasi
  • Mengingat kembali kegiatan hari ke – 1 dan tujuan P5
  • Membimbing siswa menggali informasi
  • Membimbing siswa menentukan rencana produk.
  • Menyampaikan rencana hari ke – 3 
  • Assesmen awal projek

HARI KE 3; MULAI PROJEK-ALUR AKSI-KOLABORASI DAN GOTONG ROYONG
 Agenda 
  • Memberikan apersepsi dan motivasi
  • Mengingat kembali kegiatan hari ke – 2 dan tujuan P5
  • Membimbing siswa membuat projek
  • Fasilitator dan siswa bersama – sama menyusun rencana hari ke –4
HARI KE 4 DAN 5
APERSEPSI 
Memberikan Motivasi dan Apersepsi Fasilitator memberikan semangat kepada siswa agar pelaksanaan kegiaran P5 pada hari ke – 4 s.d ke – 5 berjalan lancar dan penuh semangat. REVIEW Mengingatkan kembali kegiatan hari sebelumnya Fasilitator mengajak siswa kembali mereview capaian kegiatan pada hari sebelumnya untuk dapat melanjutkan kegiatan hari ini dan menyusun rencana target hari ini. AKSI Membimbing & mendampingi siswa membuat projek Fasilitator mendampingi dan membimbing siswa mengerjakan projek sesuai dengan rencana sebelumnya RENCANA Menyusun rencana hari berikutnya Fasilitator mengajak siswa untuk bersama – sama menetapkan rencana hari berikutnya.

HARI KE 6 PENGUJIAN PROJEK, EVALUASI HASIL.
  1. Cek Kelengkapan Mengecek kelengkapan administrasi.
  2. Cek Kesiapan Mengecek kesiapan anggota dalam menampilkan projek.
  3. Cek Ketuntasan Cek ketuntasan seluruh persiapan projek yang harus ditampilkan
  4. Review Mereview kembali projek yang dihasilkan.
  5. Feedback Meminta umpan balik dari berbagai sumber.
  6. Revisi Melakukan revisi apabila masih perlu perbaikan.
HARI KE 7 
Persiapan tampil dalam festival Mempersiapkan dan mengecek semua kelengkapan dengan formasi dan kondisi persis sesuai dengan persiapan saat gelar karya festifal Simulasi tampil dalam festival Memperagakan pemapilan seolah – olah sudah festifal gelar karya, sehingga anggota kelompok merasa benar – benar dan ada pengalaman awal.

Evaluasi diri terhadap hasil penampilan Melakukan evaluasi diri dari simulasi penampilan, dan memperbaiki kesalahan serta mempelajari segala kemungkinan terbaik dan terburuk, sehingga saat tampil dalam festifal gelar karya dapat maksimal Mengulang proses sehingga merasa siap. Mengulang proses persiapan di atas sehingga semua anggota kelompok merasa benar – benar siap untuk tampil dalam festifal esok hari.

HARI KE 8-9- GELAR KARYA 08.00 WITA Gelar karya dimulai dengan pelaksanaan festival selama dua (2) hari bertempat di halaman sekolah/aula  11.00 WIB Istirahat siang diberikan waktu kurang lebih enam puluh (60) menit  08.00 WITA Kegiatan diakhiri setelah pukul 12.00 WITA. Sambil menunggu waktu pulang sekolah, peserta dapat membersihkan lokasi festival.

HARI KE 10
REFLEKSI
Pertanyaan pemantik tentang perasaan saat pelaksanaan /terjadinya peristiwa Pertanyaan pemantik tentang pembalajaran yang dapat diambil dan pengalaman sebelumnya Pertanyaan pemantik tentang rencana pengembangan dan perbaikan Pertanyaan pematik tentang peristiwa dan tujuan P5 Pertanyaan pemantik tentang pembelajaran yang dapat diambil Pertanyaan pemantik tentang rencana perbaikan dan tindak lanjut.
  1. Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui diri sendiri dan menceritakannya kepada orang lain?
  2. Bagaimana menjaga kesehatan diri dan lingkungan?

TINDAK LANJUT
Peserta didik mempraktekkan dengan kegiatan sebagai berikut :
  • Peserta didik  membuat slogan baik berupa poster atau banner maupun video inspirasi.
  • Peserta didik mampu memelihara kesehatan fisik dan mental  baik untuk dirinya maupun orang sekitarnya.

EVALUASI
Dilaksanakan oleh semua pikah yang terlibat, siswa, fasilitator dan coordinator Laporan ketercapaian dari rencana yang ditargetkan Pelayanan dan kerjasama serta upaya yang telah dilakukan oleh semua pihak Evaluasi dijadikan dasar perbaikan untuk pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) berikutnya, sehingga akan dapat lebih baik dan memberikan makna besar dalam proses pembelajaran khususnya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)

ASSESMENT
Assesment disesuaikan dengan dimensi yang digunakan dan kebutuhan sekolah untuk menilai. Assesment dapat berbagai jenis penilaian.

LAMPIRAN

https://youtube.com/watch?v=FAtDvUu7eMs&feature=share7

REFERENSI
  1. Naskah Profil Pelajar Pancasila Panduan Pegembangan P-5 Di Satuan Pendidikan  SK Kepala BSKAP No. 009 Tahun 2022.
  2. https://bobo.grid.id/read/082511032/penjelasan-lengkap-poster-ciri-ciri-kriteria-tujuan-dan-caramembuat-poster?page=all
  3. https://www.oecd.org/pisa/data/2018database/CY7_201710_QST_MS_WBQ_NoNotes_final.pd
  4. https://schools.au.reachout.com/mental-health https://www.healthiersf.org/resources/pubs/StressReductionActivities.pdf
  5. https://edtechbooks.org/wellbeing/children_school
  6. https://www.cambridgeinternational.org/Images/426484-chapter-5-student-wellbeing.pdf
  7. http://novehasanah.blogspot.com/2014/12/contoh-rubrik-penilaian-poster.html
  8. https://www.peggykern.org/uploads/5/6/6/7/56678211/the_perma-profiler_101416.pdf
  9. https://kurikulum.kemdikbud.go.id/wp-content/uploads/2022/06/Panduan-Penguatan-Projek-ProfilPancasila.pdf
  10. http://kurikulum.kemdikbud.go.id/wp-content/uploads/2022/07/V.2-Dimensi-elemen-subelemenProfil-Pelajar-Pancasila-pada-Kurikulum-Merdeka.pdf 
Guru PPKN Abad 21

Pelaksanaan Ujian Sekolah Pada SMP Negeri 2 Umbu Ratu Nggay Barat Tahun Pelajaran 2022/2023 tahun ini berjalan sesuai harapan, dimana pelaksanaan ujian sekolah yang berlangsung selama lima hari mulai dari hari senin tanggal 08 Mei 2023 dan berakhir pada hari jumat tanggal 12 mei 2023.

Ujian Sekolah merupakan cara untuk mengukur kemampuan siswa di sekolah. Ujian Sekolah dapat memiliki dampak yang signifikan bagi peserta didik dan sekolah.

Ujian Sekolah dapat meningkatkan kepatuhan siswa terhadap kurikulum dan standar akademik. Ini juga dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar dan meningkatkan kemampuannya.

Ujian Sekolah juga dapat menjadi penanda bahwa sekolah telah berhasil mencapai standar akademik. Ini dapat meningkatkan reputasi sekolah dan menarik lebih banyak siswa untuk mendaftar. 

Ujian Sekolah juga dapat membantu sekolah dalam menilai kemajuan siswa dan menciptakan program pelatihan yang lebih efektif.

Akhirnya, Ujian Sekolah dapat membantu sekolah dalam menyediakan kelas yang lebih baik dan meningkatkan kualitas pengajaran di sekolah. Ujian Sekolah dapat menjadi alat yang sangat berguna bagi sekolah untuk mencapai tujuan dan standar akademik.

Ujian kehidupan adalah suatu proses yang memerlukan kekuatan dan pengetahuan untuk melewati masa-masa yang sulit. Kita semua pernah menghadapi ujian kehidupan dalam hidup kita, atau kita mungkin akan menghadapinya di masa depan.

Ujian kehidupan dapat membentuk masa depan kita dengan cara membentuk karakter dan kualitas hidup kita. Dengan menghadapi ujian kehidupan secara positif, kita dapat menggunakan pengalaman ini untuk membuat masa depan kita menjadi lebih baik. Contoh dari bagaimana ujian kehidupan dapat mempengaruhi masa depan adalah ketika seseorang menghadapi masalah ekonomi.

Ketika orang tersebut menghadapi masalah ekonomi, ia dapat membangun keterampilan baru dan mengembangkan karir yang akan membantunya membentuk masa depan yang lebih cerah. Juga, ketika seseorang menghadapi masalah kesehatan, ia dapat menggunakan pengalaman ini untuk membuat keputusan penting yang akan membantunya menjalani hidup yang lebih sehat di masa depan.


Ujian kehidupan dapat menjadi tantangan yang berat untuk dihadapi, tetapi dengan menghadapinya dengan tenang dan kesabaran, kita dapat membuat keputusan yang tepat yang akan membantu membentuk masa depan yang lebih baik.

Dengan menggunakan ujian kehidupan sebagai alat untuk membangun kekuatan dan pengetahuan, kita dapat bergerak maju dan membentuk masa depan yang lebih baik.

#BelajarSepanjangHayat
#MerdekaBelajar
#TetapSemangat
#SenyumMasaDepan

Terimah kasih kepada:
  1. Kepala Sekolah
  2. Panitia
  3. Dinas pendidikan
  4. Pengawas pembina
  5. Pengawas Ujian
  6. Semua pihak yang telah mengambil bagian.
Guru PPKN Abad 21


Program Sekolah Penggerak adalah upaya mewujudkan visi Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila.


Berikut Visi Dan Misi Pendidikan Indonesia 2020-2024

Visi:

"Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mendukung Visi dan Misi Presiden untuk mewujudkan Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebinekaan global"

Misi:
  • Mewujudkan pendidikan yang relevan dan berkualitas tinggi, merata dan berkelanjutan, didukung oleh infrastruktur dan teknologi.
  • Mewujudkan pelestarian dan pemajuan kebudayaan serta pengembangan bahasa dan sastra.
  • Mengoptimalkan peran serta seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung transformasi dan reformasi pengelolaan pendidikan dan kebudayaan. 
Tujuan Kemendikbudristek pada 2020-2024:
  • Perluasan akses pendidikan bermutu bagi peserta didik yang berkeadilan dan inklusif.
  • Penguatan mutu dan relevansi pendidikan yang berpusat pada perkembangan peserta didik.
  • Pengembangan potensi peserta didik yang berkarakter.
  • Pelestarian dan pemajuan budaya, bahasa dan sastra serta pengarus-utamaannya dalam pendidikan.
  • Penguatan sistem tata kelola pendidikan dan kebudayaan yang partisipatif, transparan, dan akuntabel.
Sasaran Kemendikbudristek pada 2020-2024:
  • Meningkatnya pemerataan layanan pendidikan bermutu di seluruh jenjang.
  • Meningkatnya kualitas pembelajaran dan relevansi pendidikan di seluruh jenjang.
  • Menguatnya karakter peserta didik.
  • Meningkatnya pemajuan dan pelestarian bahasa dan kebudayaan.
  • Menguatnya tata kelola pendidikan dan kebudayaan yang partisipatif, transparan, dan akuntabel.
Tata Nilai Kemendikbudristek:

• Integritas.
• Kreatif dan Inovatif.
• inisiatif.
• Pembelajar.
• Menjunjung meritokrasi.
• Terlibat aktif.
• Tanpa pamrih.

Program Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru). 
Program Sekolah Penggerak merupakan penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya. Program Sekolah Penggerak akan mengakselerasi sekolah negeri/swasta di seluruh kondisi sekolah untuk bergerak 1-2 tahap lebih maju. Program dilakukan secara bertahap dan terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh sekolah di Indonesia menjadi Program Sekolah Penggerak.

5 Program Intervensi Sekolah Penggerak
  1. Pendampingan Konsultatif dan Asimetris. Kemitraan program antara Kemendikbud dan pemerintah di mana Kemendikbud memberikan implementasi pendampingan Sekolah Penggerak.
  2. Penguatan Sumber Daya Manusia di Sekolah Penguatan Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, Penilik, dan Guru melalui program pelatihan dan pendampingan intensif (coaching) one to one dengan pelatih ahli yang disediakan oleh Kemdikbud.
  3. Pembelajaran dengan Paragidma Baru. Pembelajaran yang diorientasikan pada penguatan kebutuhan dan pengembangan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, melalui kegiatan pembelajaran di dalam dan di luar kelas.
  4. Perencanaan Berbasis Data. Manajemen berbasis sekolah: perencanaan berdasarkan refleksi diri satuan pendidikan.
  5. Digitalisasi Sekolah. Penggunaan berbagai platform digital bertujuan mengurangi kerumitan, meningkatkan efisiensi, menambah inspirasi, dan pendekatan yang disesuaikan
Apa itu Program Sekolah Penggerak ?

Program Sekolah Penggerak adalah program untuk meningkatkan kualitas belajar siswa yang terdiri dari 5 jenis intervensi untuk mengaktifkan sekolah bergerak 1-2 tahap lebih maju dalam kurun waktu 3 tahun pengajaran.

Apa keuntungan bagi sekolah yang menjadi Sekolah Penggerak ?

Banyak keuntungan yang akan didapat bagi sekolah yang melaksanakan Program Sekolah Penggerak, yaitu:
  • Peningkatan mutu hasil belajardalam kurun waktu 3 tahun
  • Peningkatan kompetensi kepala sekolah dan guru
  • Percepatan digitalisasi sekolah
  • Kesempatan menjadi katalisator perubahan bagi satuan pendidikan lain
  • Percepatan keranjang profil pelajar Pancasila
  • Mendapatkan pendampingan intensif
  • Memperoleh tambahan anggaran untuk membeli buku bagi pembelajaran dengan paradigma baru
Apa itu Sekolah Penggerak ?

Sekolah Penggerak adalah sekolah unggul yang berfokus pada  pengembangan hasil belajar siswa secara holistik  dengan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang mencakup kompetensi kognitif (literasi dan numerasi) serta nonkognitif (karakter) yang diawali dengan SDM yang (kepala sekolah dan guru). Kepala sekolah dan guru dari Sekolah Penggerak melakukan pengimbasan kepada satuan pendidikan lain

Apakah Program Sekolah Penggerak sama dengan program Sekolah Model atau Sekolah Rujukan ?

Program Sekolah Penggerak berbeda dengan program sekolah model atau sekolah referensi. Perbedaannya adalah, Program Sekolah Penggerak:
  • Merupakan program kolaborasi antara Kemdikbud dengan Pemerintah Daerah
  • Terdiri dari 5 jenis intervensi yang terintegrasi berupa pendampingan konsultatif dan asimetris kepada Pemerintah Daerah, pelatihan dan pendampingan kepala sekolah dan guru, pembelajaran dengan paradigma baru, perencanaan berbasis data, dan digitalisasi sekolah
  • Memiliki ruang lingkup untuk jenjang PAUD, SD, SMP, SMA dan SLB, baik sekolah negeri maupun swasta mencakup seluruh kondisi
  • Dilakukan secara berkelanjutan, hingga seluruh sekolah di Indonesia menjadi Sekolah Penggerak
Program Sekolah Model atau Sekolah Rujukan merupakan program Pusat dengan intervensi sebagian, berupa:

• Bimtek
• Bantuan Pemerintah
• Ruang lingkupnya tidak mencakup seluruh kondisi sekolah

Tahapan Sekolah Penggerak

Melalui tujuan sekolah penggerak, terdapat 4 tahapan transformasi sekolah yang tergambar dalam proses berikut:

Tahap 1

• Hasil belajar: ≤ 3 tingkat di bawah level yg diharapkan
• Lingkungan belajar: perundungan menjadi norma
• Pembelajaran: secara rutin mengalami gangguan
• Refleksi diri dan pengimbasan: belum terjadi

Tahap 2
  • Hasil belajar: 1-2 tingkat di bawah level yang diharapkan
  • Lingkungan belajar: perundungan masih terjadi namun tidak menjadi norma
  • Pembelajaran: belum memperhatikan kebutuhan dan tingkat kemampuan murid
  • Refleksi diri dan pengimbasan: belum terjadi.
Tahap 3
  • Hasil belajar: di level yang diharapkan
  • Lingkungan belajar: perundungan tidak terjadi
  • Pembelajaran: sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kemampuan siswa
  • Refleksi diri dan pengimbasan: perencanaan program dan anggaran berbasis refleksi diri. Guru mulai melakukan refleksi dan perbaikan pembelajaran.
Tahap 4
  • Hasil belajar: di atas level yang diharapkan Lingkungan belajar: aman, nyaman, inklusif dan menyenangkan
  • Pembelajaran: berpusat pada murid.
  • Refleksi diri dan pengimbasan: perencanaan program dan anggaran berbasis refleksi diri.
  • Refleksi guru dan perbaikan pembelajaran terjadi.
  • Kepala sekolah dan guru aktif mengembangkan komunitas belajar.
Manfaat Sekolah Penggerak

Adanya Program Sekolah Penggerak ini akan memberi manfaat pada sekolah, yaitu untuk:
  • Meningkatkan hasil mutu pendidikan dalam kurun waktu 3 tahun ajaran
  • Meningkatnya Kompetensi Kepala Sekolah dan Guru
  • Percepatan pencapaian profil pelajar Pancasila
  • Percepatan Digitalisasi sekolah
  • Kesempatan untuk menjadi Katalis perubahan bagi satuan pendidikan lain
  • Mendapatkan pendampingan intensif untuk Transformasi satuan pendidikan
  • Memperoleh tambahan anggaran untuk pembelian buku bagi pembelajaran kompetensi holistik
Selain memberi memberi manfaat pada sekolah, tujuan Sekolah Penggerak juga dapat memberi manfaat pada pemerintah daerah untuk:

  • Mempercepat peningkatan mutu pendidikan di daerah.
  • Meningkatkan kompetensi SDM Satuan Pendidikan.
  • Membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan bermakna.
  • Peluang mendapatkan penghargaan sebagai Daerah Penggerak Pendidikan.
  • Menjadi daerah rujukan praktik baik dalam pengembangan sekolah penggerak.
  • Efek multiplier dari Sekolah Penggerak ke Sekolah lainnya.


Peran dan fungsi kepala sekolah dalam kurikulum sekolah penggerak

• Kepala sekolah adalah sebagai business manager
• Kepala sekolah adalah sebagai pengelola kantor
• Kepala sekolah adalah sebagai administrator
• Kepala sekolah adalah sebagai pemimpin profesional
• Kepala sekolah adalah sebagai organisator
• Kepala sekolah adalah sebagai motivator atau penggerak staf
• Kepala sekolah adalah sebagai supervisor
• Kepala sekolah adalah sebagai konsultan kurikulum
• Kepala sekolah adalah sebagai pendidik,
• Kepala sekolah adalah sebagai psikolog
• Kepala sekolah adalah sebagai penguasa sekolah
• Kepala sekolah adalah sebagai eksekutif yang baik,
• Kepala sekolah adalah sebagai petugas hubungan sekolah dengan masyarakat, dan
• Kepala sekolah adalah sebagai pemimpin masyarakat.

Apakah peran dan fungsi pengawas dalam kurikulum sekolah penggerak.
  • Kepala Sekolah Sebagai supervisor dalam Pendidikan
  • Kepala Sekolah sebagai penggerak dalam meningkatkan sumber daya sekolah terutama pendidik dan peserta didik
Fungsi guru dalam kurikulum sekolah penggerak?

• Mampu mendorong prestasi akademik siswa
• Mampu mengajar dengan kreatif
• Mampu  mengembangkan diri secara aktif
• Mampu mendorong tumbuh kembang murid secara holistic
• Mampu menjadi coach untuk guru lain dalam menerapkan cara belajar dalam yang berpusat pada murid
• Mampu menjadi agen transformasi bagi ekosistem pendidikan.

Berikut link materi paparan kemendikbud...

https://drive.google.com/file/d/194Z9h_5x1WrW_iUYdycRP30Q4lr96dHn/view?usp=drivesdk


Sumber:

http://ditpsd.kemdikbud.go.id/hal/program-sekolah-penggerak
https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/
https://psp-web.pauddikdasmen.kemdikbud.go.id/#/home
Guru PPKN Abad 21

KALDIK SMP NEGERI 2 UMBU RATU NGGAY BARAT







Kalender Akademik 2022/2023 Semester Ganjil

Juli
  • 1-9 Juli 2022: Libur Kenaikan Kelas
  • 18 Juli 2022: Hari Pertama Sekolah (HP) dan Awal Semester Ganjil
  • 10 Juli 2022: Libur Umum (Hari Raya Idul Adha 1443 H)
  • 11-13 Juli 2022: Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan proses administrasi kelas
  • 30 Juli 2022: Libur Umum (Tahun Baru Islam 1444 H)
Agustus
  • 17 Agustus 2022: Libur Umum (Hari Kemerdekaan Republik Indonesia)
September
  • 19-23 September 2022: Penilaian Tengah Semester Ganjil (disesuaikan dengan program sekolah)
Oktober
  • 8 Oktober 2022: Libur Umum (Maulid Nabi Muhammad SAW)
  • 30/31 2022 : HRG
November
  • 10 November :Hari Pahlawan
Desember
  • 5-9 Desember 2022: Penilaian Akhir Semester Ganjil
  • 16 Desember 2022: Pembagian Buku Laporan Hasil Belajar (LHB)
  • 17 Desember 2022 - 1 Januari 2023: Libur Semester Ganjil
  • 24-25 Desember 2022: Libur Umum (Hari Raya Natal 2022)
Kalender Akademik 2022/2023 Semester Genap

Januari
  • 1 Januari 2023: Libur Umum (Tahun Baru Masehi 2023)
  • 2 Januari 2023: Hari Pertama Sekolah (HP) dan Awal Semester Genap
Februari
  • 18 Februari 2023: Libur Umum (Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW)
  • 20-24 Februari 2023: Penilaian Tengah Semester Genap (disesuaikan dengan program sekolah)
Maret
  • 13-17 Maret 2023: Perkiraan Ujian Sekolah SMP/SMPLB, SMA/SMALB, SMK, dan USBN SD/SDLB
  • 22 Maret 2023: Libur Umum (Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1945)
  • 23-25 Maret 2023: Perkiraan Libur Awal Bulan Puasa Ramadan 1444 H
  • 27-31 Maret 2023: Perkiraan Ujian Sekolah SMP/SMPLB, SMA/SMALB, SMK, dan USBN SD/SDLB
April
  • 7 April 2023: Libur Umum (Jumat Agung/Wafat Isa Almasih)
  • 10-14 April 2023: Perkiraan Ujian Sekolah SMP/SMPLB, SMA/SMALB, SMK, dan USBN SD/SDLB
  • 22-23 April 2023: Libur Umum (Hari Raya Idul Fitri 1444 H)
  • 21-28 April 2023: Perkiraan Libur Idul Fitri 1444 H
Mei
  • 1 Mei 2023: Libur Umum (Hari Buruh)
  • 6 Mei 2023: Libur Umum (Hari Raya Waisak 2567)
  • 18 Mei 2023: Libur Umum (Kenaikan Isa Almasih)
Juni
  • 1 Juni 2023: Libur Umum (Hari Lahir Pancasila)
  • 12-16 Juni 2023: Penilaian Akhir Tahun atau Ulangan Kenaikan Kelas (disesuaikan dengan program sekolah)
  • 23 Juni 2023: Pembagian Buku Laporan Hasil Belajar (LHB)
  • 29 Juni 2023: Libur Umum (Hari Raya Idul Adha 1444 H)
  • 24 Juni - 8 Juli 2022: Libur Kenaikan Kelas
Juli
  • 10 Juli 2023: Hari Pertama Sekolah (HP) dan Awal Semester
  • 10-12 Juli 2023: Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan proses administrasi kelas
  • 19 Juli 2023: Libur Umum (Tahun Baru Islam 1445 H)
Berikut link downlod: 👇👇👇👇👇

https://bit.ly/3BnNHGD

Guru PPKN Abad 21

Lilin Harapan