SELAMAT DATANG DI BLOG GURU PPKN-GURU PEMBELAJAR SEPANJANG HAYAT-BELAJAR BERBAGI-MERDEKA BELAJAR ABAD 21
Guru PPKN Abad 21





Kesadaran berbangsa dan bela negara merupakan nilai-nilai yang penting untuk ditanamkan pada generasi muda, termasuk anak-anak SMPN 2 Umbu Ratu Nggay Barat. Melalui pemahaman dan pengamalan nilai-nilai ini, diharapkan anak-anak SMPN 2 Umbu Ratu Nggay Barat dapat menjadi warga negara yang aktif, bertanggung jawab, dan mencintai tanah airnya. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bela negara penting untuk anak-anak, bagaimana melakukannya, serta manfaat yang dapat diperoleh.

Pentingnya Menumbuhkan Kesadaran Berbangsa dan Bela Negara

Menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bela negara pada anak di SMPN 2 Umbu Ratu Nggay Barat memiliki beberapa alasan yang penting. Pertama, ini merupakan tahap perkembangan mereka yang penting dalam membangun identitas nasional. Anak-anak  mulai menyadari peran mereka sebagai anggota masyarakat yang lebih luas, dan pemahaman tentang bangsa dan negara akan membantu mereka mengenali jati diri mereka sebagai warga negara Indonesia.

Kedua, menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bela negara juga dapat membantu anak-anak  memahami nilai-nilai yang penting dalam membangun persatuan dan kesatuan. Dalam masyarakat yang beragam seperti Indonesia, pemahaman tentang keberagaman budaya, bahasa, dan agama akan membantu anak-anak menjadi lebih inklusif dan menghargai perbedaan.

Terakhir, menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bela negara pada anak-anak juga penting untuk mempersiapkan mereka sebagai generasi penerus bangsa. Mereka adalah masa depan Indonesia, dan dengan memahami nilai-nilai berbangsa dan bela negara, mereka akan menjadi pemimpin yang berintegritas, berkomitmen, dan mampu menjaga keutuhan negara.

Cara Menumbuhkan Kesadaran Berbangsa dan Bela Negara

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bela negara pada anak-anak. Pertama, pendidikan merupakan kunci utama.

Kesadaran berbangsa dan bela negara adalah dua aspek yang sangat penting dalam pembentukan identitas dan keberlanjutan sebuah negara. Kesadaran berbangsa merujuk pada pemahaman dan penghargaan terhadap nilai-nilai, budaya, sejarah, dan kehidupan bersama dalam suatu bangsa. Sementara itu, bela negara mencakup kewajiban individu untuk melindungi dan mempertahankan kedaulatan, keutuhan wilayah, serta kepentingan negara.


Dalam era globalisasi yang semakin kompleks ini, penting bagi setiap warga negara untuk memiliki kesadaran berbangsa yang kuat dan semangat bela negara yang tinggi. Hal ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga pendidikan, tetapi juga tanggung jawab setiap individu dalam masyarakat. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bela negara:

1. Pendidikan Nasional yang Berkualitas

Pendidikan nasional memainkan peran penting dalam membentuk kesadaran berbangsa dan bela negara. Seperti Kurikulum pendidikan harus memasukkan materi yang mengajarkan tentang sejarah, budaya, dan nilai-nilai kebangsaan. Melalui pembelajaran ini, siswa akan memahami pentingnya menghargai keanekaragaman budaya dalam bangsa mereka dan memperkuat rasa persatuan.

2. Pengenalan Terhadap Simbol-Simbol Kebangsaan dan lagu wajib nasional

Simbol-simbol kebangsaan seperti bendera, lambang negara, dan lagu kebangsaan memiliki makna yang mendalam. Penting bagi individu untuk memahami dan menghargai simbol-simbol ini sebagai bagian dari identitas nasional mereka. Sekolah dan lembaga masyarakat dapat mengadakan kegiatan yang melibatkan pemahaman dan apresiasi terhadap simbol-simbol kebangsaan.

3. Partisipasi dalam Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan

Melibatkan diri dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan dapat memperkuat rasa solidaritas dan kepedulian terhadap sesama warga negara. 

#MPLS2023
#Spendu-URGB
#MerdekaBelajar
#SekolahPenggerak
Guru PPKN Abad 21

Profil pelajar Pancasila merupakan gambaran pelajar Indonesia yang merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai dengan nilai- nilai Pancasila. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan dilingkungan sekitar untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam profil pelajar Pancasila.

Berdasarkan Permendikbudristek No. 56/M/2022, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kmetensi Lulusan.

Pelaksanaan P5 di SMP Negeri 2 Umbu Ratu Nggay Barat menggunakan sistem blok yaitu 1 minggu penuh sesuai dengan alokasi waktu yang telah direncanakan. Perhitungan waktu pelaksanaan P5 dalam 1 tahun 360 jam pelajaran atau 30% dari alokasi total jam pelajaran. Terdapat 3 Projek dalam 1 tahun, sehingga tiap projek memiliki alokasi waktu 120 JP.

Dalam satu tahun memilih tiga tema yang harus di projekan, 3 projek tersebut yaitu:
  1. Proyek 1 dengan tema Suara Demokrasi,
  2. Proyek 2 dengan tema kearifan lokal,
  3. Proyek 3 dengan tema bangunlah jiwa dan raganya.
Berikut merupakan modul projek P5 tema bangunkah jiwa raganya dengan tema senam kreasi pada SMPN 2 Umbu Ratu Nggay Barat-Kabupaten Sumba Tengah-NTT.

Gambaran umum tentang keseluruhan Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) 

Pelajar Indonesia dituntut bukan hanya baik dalam kegiatan intrakulikuler dan ekstrakuliker, namun, seiring dengan perjalanan pendidikannnya, peserta didik juga diharapkan dapat membangun karakter dan mengembangkan nilai-nilai Pancasila, serta menintegrasikannya dalam setiap kegiatan yang mereka lakukan. 

Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) ini dikembangkan berdasarkan kondisi kesiapan sekolah di SMP Negeri 2 Umbu Ratu Nggay Barat berdasarkan input siswa dan ketersediaan sumber daya peralatan yang dapat diupayakan dan kesiapan fasilitator.

Kreatif dan gotong royong merupakan dimensi yang dikuatkan dalam modul ini. Mengambil judul “’FESTIVAL SENAM KREASI” dari tema Bangunlah Jiwa dan Raganya. Topik dalam modul ini adalah Senam Sebagai Wadah Kreatifitas Menuju SPENDU-URGB yang Sehat dan Bahagia.

Tema yang diangkat dalam  projek merupakan salah satu dari tujuh tema yang dirumuskan dalam Naskah Profil Pelajar Pancasila yaitu “Bangunlah Jiwa dan Raganya” dengan topik “Senam Sebagai Wadah Kreatifitas Menuju SPENDU-URGB yang Sehat Jiwa dan Raga. Projek ini dibuat agar dapat membentuk peserta didik dengan karakter Pancasila dan ketahanan diri yang kuat sesuai dengan keseimbangan olah rasa, olah pikir, olah raga dan olah karsa yang dicetuskan oleh Ki Hadjar Dewantara.

TUJUAN
  1. Projek yang mengintegrasikan dua dimensi Profil Pelajar Pancasila ini diharapkan dapat memberi kesempatan kepada pihak sekolah, guru, dan peserta didik khususnya, untuk mengerti dan menyadari pentingnya kesehatan jiwa dan raga dirinya dalam kehidupan mereka sehari-hari terutama kegiatan pembelajaran disekolah. 
  2. Selain itu, projek dengan metode student-centered ini dapat menghasilkan banyak hal-hal positif yang berguna untuk diri mereka sendiri dan orang disekitar mereka.
  3. Pada akhir projek ini, peserta didik diharapkan dapat mengerti tentang dirinya sendiri, mencintai dirinya sendiri, mengerti semua emosi yang dia rasakan dan peduli terhadap kesehatannya baik kesehatan mental maupun kesehatan fisiknya. Peserta didik juga diharapkan dapat mencari berbagai kegiatan lain yang dapat membantu mereka dalam menjaga kesejahteraan dirinya serta mengajak orang lain untuk menyadari dan menjaga kesehatan mental mereka.
  4. Peserta didik mampu menuangkan ide /gagasan kreatif, luwes untuk menghasilkan karya dan tindakan yang orisinil dalam bentuk senam kreasi.
  5. Peserta didik mampu membangun komunikasi guna menghasilkan kerjasama, kolaborasi, dan menentukan tujuan bersama dalam menciptakan senam kreasi.

MANFAAT PROJEK

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila memberikan ruang bagi semua anggota komunitas satuan pendidikan untuk dapat mempraktikkan dan mengamalkan Profil Pelajar Pancasila Untuk satuan pendidikan:
  • Menjadikan satuan pendidikan sebagai sebuah ekosistem yang terbuka untuk partisipasi dan keterlibatan masyarakat.
  • Menjadikan satuan pendidikan sebagai organisasi pembelajaran yang berkontribusi kepada lingkungan dan komunitas di sekitarnya. 
Untuk pendidik
  • Memberi ruang dan waktu untuk peserta didik mengembangkan kompetensi dan memperkuat karakter dan Profil Pelajar Pancasila.
  • Merencanakan proses pembelajaran projek dengan tujuan akhir yang jelas.
  • Mengembangkan kompetensi sebagai pendidik yang terbuka untuk berkolaborasi dengan pendidik dari mata pelajaran lain untuk memperkaya hasil pembelajaran.
RELEVANSI PROJEK BAGI GURU DAN SEKOLAH 

Dengan adanya projek ini yang mengangkat tema tentang Bangunlah Jiwa raganya kita berupaya untuk membekali dan mermbangun peserta didik agar lebih mengerti tentang apa yang dirasakan, dilihat, dan didengarnya. sehingga peserta didik mampu melampaui masa remaja mereka dengan sehat dan bahagia.

Kesehatan diri peserta didik merupakan suatu keadaan, dimana peserta didik dalam kondisi mood positif, memiliki sifat, ketahanan  dan kepuasan diri yang kuat, merasa aman disekolah dan mempunyai kesehatan mental yang baik. Kesejahteraan peserta didik merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil pembelajaran dan perkembangan disekolah.   

Maraknya stres, kurang percaya diri, perundingan, merokok, dan hal-hal lainnya yang mengakibatkan penurunan hasil belajar dikalangan remaja harus dipertanyakan apakah ini adalah sebuah akibat dari kesalahan mereka sendiri atau lingkungan sekitar atau karena kesejahteraan diri tidak pernah dikenalkan dan diajarkan oleh sekolah. 

Sekolah sebagai institusi pendidikan sebaiknya memperhatikan dan menjaga agar peserta didik terhindar dari kelakuan-kelakuan negatif tersebut. 

Mengenalkan dan mengajarkan hal-hal positif akan sangat membantu peserta didik dalam menghadapi tantangan yang ada. Selain itu, memberikan pemahaman mengenai kesehatan mental, emosi yang dirasakan dan cara menanggulangi emosi yang baik dapat menghasilkan respon yang positif pada hasil pembelajaran peserta didik. 

Penguatan mental dan karakter adalah modal yang dapat diajarkan kepada peserta didik agar mereka kuat menghadapi tekanan mental di kemudian hari Sekolah dapat memberikan pengalaman akan pentingnya kesehatan jiwa dan raga yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk dapat merawat atau memelihara/menjaga diri agar tetap sehat dan bahagia, kemudian diikuti dengan refleksi pada tahapannya akan membentuk masukan dan pengalaman positif dari pengalamann itu sendiri. 

Di mana hal ini akan menghasilkan peserta didik yang mampu mengelola emosi secara konstruktif, beradaptasi dengan baik, membangun sinergi atas tim sehingga sekolah dapat mendorong peserta didik lebih mudah dan siap menjadi bagian dari masyarakat global. Bagaimanapun, sebagai kompas kehidupan, kesehatan dapat mengarahkan kita untuk berpikir, merasa, bertindak, dan berkarya ke arah benar salah, baik buruk, pantas tidak pantas.

 
PERTEMUAN-HARI 1

Waktu                  :12 JP
Alat dan Bahan : Infokus
Peran Guru        : Pemateri dan Fasilitator
Persiapan :
  1. Mengkondisikan kelas dapat mengikuti kegiatan.
  2. Mengkondisikan kelompok dapat mengikuti kegiatan
Pelaksanaan :
Fasilitator :
  • Membuat Kesepakatan Kelas
  • Menyampaikan informasi secara detail tentang pelaksanaan P5. (tema, topik, dimensi, tujuan, dan penilaian)
  • Membentuk kelompok ( siswa) dan membuat yel - yel.
  • Mempersilakankan setiap kelompok menentukan judul projek.
  • Melaksanakan refleksi awal 
Siswa :
  • Menentukan judul projek.
  • Mengikuti refleksi awal

HARI KE 2 
Agenda.
  • Mengingatkan kembali kesepakatan kelas.
  • Mengingat kembali kegiatan hari ke – 1 dan tujuan P5.
  • Presentasi rencana judul oleh siswa
  • Menyampaikan rencana hari ke – 3
  • Refleksi awal projek.
  • Fasilitator : Memberikan apersepsi dan motivasi Meminta kelompok siswa presentasi rencana judul.
  • Siswa :  Presentasi rencana judul Lanjutan.
Hari Ke-2 Alur kontekstualisasi pemahamam peserta didik tentang pelaksanaan projek dan judul yang ditentukan. 

Pelaksanaan Asesmen awal untuk peserta didik Menggali Informasi Fasilitator membimbing siswa untuk menggali informasi perdasarkan rencana projek sesuai judul yang mereka tentukan (mencari contoh) Menentukan Rencana Projek Fasilitator membimbing siswa untuk menentukan rencana projek secara konkrit (menentukan judul senam kreasi) Asesmen Formatif Fasilitator memberikan assesmen awal proyek sebagai sarana mengetahui semangat awal siswa.

Agenda
  • Memberikan apersepsi dan motivasi
  • Mengingat kembali kegiatan hari ke – 1 dan tujuan P5
  • Membimbing siswa menggali informasi
  • Membimbing siswa menentukan rencana produk.
  • Menyampaikan rencana hari ke – 3 
  • Assesmen awal projek

HARI KE 3; MULAI PROJEK-ALUR AKSI-KOLABORASI DAN GOTONG ROYONG
 Agenda 
  • Memberikan apersepsi dan motivasi
  • Mengingat kembali kegiatan hari ke – 2 dan tujuan P5
  • Membimbing siswa membuat projek
  • Fasilitator dan siswa bersama – sama menyusun rencana hari ke –4
HARI KE 4 DAN 5
APERSEPSI 
Memberikan Motivasi dan Apersepsi Fasilitator memberikan semangat kepada siswa agar pelaksanaan kegiaran P5 pada hari ke – 4 s.d ke – 5 berjalan lancar dan penuh semangat. REVIEW Mengingatkan kembali kegiatan hari sebelumnya Fasilitator mengajak siswa kembali mereview capaian kegiatan pada hari sebelumnya untuk dapat melanjutkan kegiatan hari ini dan menyusun rencana target hari ini. AKSI Membimbing & mendampingi siswa membuat projek Fasilitator mendampingi dan membimbing siswa mengerjakan projek sesuai dengan rencana sebelumnya RENCANA Menyusun rencana hari berikutnya Fasilitator mengajak siswa untuk bersama – sama menetapkan rencana hari berikutnya.

HARI KE 6 PENGUJIAN PROJEK, EVALUASI HASIL.
  1. Cek Kelengkapan Mengecek kelengkapan administrasi.
  2. Cek Kesiapan Mengecek kesiapan anggota dalam menampilkan projek.
  3. Cek Ketuntasan Cek ketuntasan seluruh persiapan projek yang harus ditampilkan
  4. Review Mereview kembali projek yang dihasilkan.
  5. Feedback Meminta umpan balik dari berbagai sumber.
  6. Revisi Melakukan revisi apabila masih perlu perbaikan.
HARI KE 7 
Persiapan tampil dalam festival Mempersiapkan dan mengecek semua kelengkapan dengan formasi dan kondisi persis sesuai dengan persiapan saat gelar karya festifal Simulasi tampil dalam festival Memperagakan pemapilan seolah – olah sudah festifal gelar karya, sehingga anggota kelompok merasa benar – benar dan ada pengalaman awal.

Evaluasi diri terhadap hasil penampilan Melakukan evaluasi diri dari simulasi penampilan, dan memperbaiki kesalahan serta mempelajari segala kemungkinan terbaik dan terburuk, sehingga saat tampil dalam festifal gelar karya dapat maksimal Mengulang proses sehingga merasa siap. Mengulang proses persiapan di atas sehingga semua anggota kelompok merasa benar – benar siap untuk tampil dalam festifal esok hari.

HARI KE 8-9- GELAR KARYA 08.00 WITA Gelar karya dimulai dengan pelaksanaan festival selama dua (2) hari bertempat di halaman sekolah/aula  11.00 WIB Istirahat siang diberikan waktu kurang lebih enam puluh (60) menit  08.00 WITA Kegiatan diakhiri setelah pukul 12.00 WITA. Sambil menunggu waktu pulang sekolah, peserta dapat membersihkan lokasi festival.

HARI KE 10
REFLEKSI
Pertanyaan pemantik tentang perasaan saat pelaksanaan /terjadinya peristiwa Pertanyaan pemantik tentang pembalajaran yang dapat diambil dan pengalaman sebelumnya Pertanyaan pemantik tentang rencana pengembangan dan perbaikan Pertanyaan pematik tentang peristiwa dan tujuan P5 Pertanyaan pemantik tentang pembelajaran yang dapat diambil Pertanyaan pemantik tentang rencana perbaikan dan tindak lanjut.
  1. Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui diri sendiri dan menceritakannya kepada orang lain?
  2. Bagaimana menjaga kesehatan diri dan lingkungan?

TINDAK LANJUT
Peserta didik mempraktekkan dengan kegiatan sebagai berikut :
  • Peserta didik  membuat slogan baik berupa poster atau banner maupun video inspirasi.
  • Peserta didik mampu memelihara kesehatan fisik dan mental  baik untuk dirinya maupun orang sekitarnya.

EVALUASI
Dilaksanakan oleh semua pikah yang terlibat, siswa, fasilitator dan coordinator Laporan ketercapaian dari rencana yang ditargetkan Pelayanan dan kerjasama serta upaya yang telah dilakukan oleh semua pihak Evaluasi dijadikan dasar perbaikan untuk pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) berikutnya, sehingga akan dapat lebih baik dan memberikan makna besar dalam proses pembelajaran khususnya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)

ASSESMENT
Assesment disesuaikan dengan dimensi yang digunakan dan kebutuhan sekolah untuk menilai. Assesment dapat berbagai jenis penilaian.

LAMPIRAN

https://youtube.com/watch?v=FAtDvUu7eMs&feature=share7

REFERENSI
  1. Naskah Profil Pelajar Pancasila Panduan Pegembangan P-5 Di Satuan Pendidikan  SK Kepala BSKAP No. 009 Tahun 2022.
  2. https://bobo.grid.id/read/082511032/penjelasan-lengkap-poster-ciri-ciri-kriteria-tujuan-dan-caramembuat-poster?page=all
  3. https://www.oecd.org/pisa/data/2018database/CY7_201710_QST_MS_WBQ_NoNotes_final.pd
  4. https://schools.au.reachout.com/mental-health https://www.healthiersf.org/resources/pubs/StressReductionActivities.pdf
  5. https://edtechbooks.org/wellbeing/children_school
  6. https://www.cambridgeinternational.org/Images/426484-chapter-5-student-wellbeing.pdf
  7. http://novehasanah.blogspot.com/2014/12/contoh-rubrik-penilaian-poster.html
  8. https://www.peggykern.org/uploads/5/6/6/7/56678211/the_perma-profiler_101416.pdf
  9. https://kurikulum.kemdikbud.go.id/wp-content/uploads/2022/06/Panduan-Penguatan-Projek-ProfilPancasila.pdf
  10. http://kurikulum.kemdikbud.go.id/wp-content/uploads/2022/07/V.2-Dimensi-elemen-subelemenProfil-Pelajar-Pancasila-pada-Kurikulum-Merdeka.pdf 
Guru PPKN Abad 21

Pelaksanaan Ujian Sekolah Pada SMP Negeri 2 Umbu Ratu Nggay Barat Tahun Pelajaran 2022/2023 tahun ini berjalan sesuai harapan, dimana pelaksanaan ujian sekolah yang berlangsung selama lima hari mulai dari hari senin tanggal 08 Mei 2023 dan berakhir pada hari jumat tanggal 12 mei 2023.

Ujian Sekolah merupakan cara untuk mengukur kemampuan siswa di sekolah. Ujian Sekolah dapat memiliki dampak yang signifikan bagi peserta didik dan sekolah.

Ujian Sekolah dapat meningkatkan kepatuhan siswa terhadap kurikulum dan standar akademik. Ini juga dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar dan meningkatkan kemampuannya.

Ujian Sekolah juga dapat menjadi penanda bahwa sekolah telah berhasil mencapai standar akademik. Ini dapat meningkatkan reputasi sekolah dan menarik lebih banyak siswa untuk mendaftar. 

Ujian Sekolah juga dapat membantu sekolah dalam menilai kemajuan siswa dan menciptakan program pelatihan yang lebih efektif.

Akhirnya, Ujian Sekolah dapat membantu sekolah dalam menyediakan kelas yang lebih baik dan meningkatkan kualitas pengajaran di sekolah. Ujian Sekolah dapat menjadi alat yang sangat berguna bagi sekolah untuk mencapai tujuan dan standar akademik.

Ujian kehidupan adalah suatu proses yang memerlukan kekuatan dan pengetahuan untuk melewati masa-masa yang sulit. Kita semua pernah menghadapi ujian kehidupan dalam hidup kita, atau kita mungkin akan menghadapinya di masa depan.

Ujian kehidupan dapat membentuk masa depan kita dengan cara membentuk karakter dan kualitas hidup kita. Dengan menghadapi ujian kehidupan secara positif, kita dapat menggunakan pengalaman ini untuk membuat masa depan kita menjadi lebih baik. Contoh dari bagaimana ujian kehidupan dapat mempengaruhi masa depan adalah ketika seseorang menghadapi masalah ekonomi.

Ketika orang tersebut menghadapi masalah ekonomi, ia dapat membangun keterampilan baru dan mengembangkan karir yang akan membantunya membentuk masa depan yang lebih cerah. Juga, ketika seseorang menghadapi masalah kesehatan, ia dapat menggunakan pengalaman ini untuk membuat keputusan penting yang akan membantunya menjalani hidup yang lebih sehat di masa depan.


Ujian kehidupan dapat menjadi tantangan yang berat untuk dihadapi, tetapi dengan menghadapinya dengan tenang dan kesabaran, kita dapat membuat keputusan yang tepat yang akan membantu membentuk masa depan yang lebih baik.

Dengan menggunakan ujian kehidupan sebagai alat untuk membangun kekuatan dan pengetahuan, kita dapat bergerak maju dan membentuk masa depan yang lebih baik.

#BelajarSepanjangHayat
#MerdekaBelajar
#TetapSemangat
#SenyumMasaDepan

Terimah kasih kepada:
  1. Kepala Sekolah
  2. Panitia
  3. Dinas pendidikan
  4. Pengawas pembina
  5. Pengawas Ujian
  6. Semua pihak yang telah mengambil bagian.
Guru PPKN Abad 21

Pendidikan Pancasila adalah salah satu bentuk pendidikan yang dapat membantu generasi milenial mengembangkan kemampuan dan pemahaman mereka tentang nilai-nilai Pancasila.

Pendidikan Pancasila berfokus pada pengembangan karakter dan moralitas melalui pengalaman-pengalaman belajar yang bersifat praktis dan aplikatif. Dengan Pendidikan Pancasila, generasi milenial dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk berpikir kritis, mengevaluasi informasi yang tersedia, dan memahami hak-hak manusia. Pendidikan Pancasila juga dapat membantu generasi milenial untuk menghargai dan mengenal budaya dan nilai-nilai dalam negeri mereka. 

Pendidikan ini dapat membantu generasi milenial untuk memahami dan menghargai norma-norma masyarakat dan menjadi lebih peka terhadap isu-isu sosial yang dihadapi masyarakat. Pendidikan Pancasila juga dapat membantu generasi milenial untuk mengembangkan rasa saling menghormati antara orang-orang yang berbeda dan memahami nilai-nilai etika yang berlaku di masyarakat. Pendidikan Pancasila juga dapat membantu generasi milenial untuk membangun kemampuan mereka untuk berpartisipasi aktif dalam masyarakat. 

Pendidikan ini dapat membantu generasi milenial untuk mengembangkan kemampuan berdialog dengan orang lain dan menjadi lebih berdaya untuk mengambil partisipasi dalam proses pembuatan keputusan. Dengan memahami nilai-nilai Pancasila, generasi milenial dapat menjadi lebih berdaya untuk berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat dan menjadi bagian dari pembangunan yang berkelanjutan. 

Pendidikan Pancasila sangat penting bagi generasi milenial karena dapat membantu mereka untuk mengembangkan kemampuan intelektual, moral, dan sosial yang diperlukan untuk menjadi warga negara yang bertanggung jawab. Pendidikan ini dapat membantu generasi milenial untuk memahami nilai-nilai Pancasila dan mewujudkan tujuan-tujuan yang lebih luas. Dengan demikian, Pendidikan Pancasila merupakan salah satu cara untuk meningkatkan generasi pendidikan milenial dan menciptakan masa depan yang lebih baik.

#SalamBelajar

#SepanjangHayat

#MerdekaBelajat

Guru PPKN Abad 21

Kepengecutan Sering Membuat Orang Mencari Kematian,Dan Kematian Sering Memberi Kita Keberanian Besar.

Keajaiban Hidup Tersembunyi Dalam Gairah Hidup.
Jalani Hidup.
Sebab......
Tak ada Yang Tak Mungkin.

Kalau Kita Tak Mau Merasakan Beratnya Perjuangan, Janganlah Pernah Memimpikan Indahnya Kesuksesan.

Sebuah Pepatah Jepang mengatakan: "NANAKOROBI YAOKI" Jatuh 7x bangkit 8x Artinya: seperih apapun luka, sesulit apapun cobaan,jangan sekali-sekali kita berpikir untuk menyerah,karena sejatinya Penderitaan adalah bibit kesenangan/kesuksesan,tidak ada satupun orang yg sukses yang tidak pernah di terpa cobaan dalam hidupnya.

Keberhasilan yang di raih adalah sebuah usaha, dan jika kita ingin mengetahui hasilnya maka berusahalah semaksimal mungkin.

"Kita boleh berharap, tapi tidak bermimpi kosong, cobalah untuk menjadikannya nyata walau tidak sempurna Dan Saat jalan yang dilalui kian berliku, maka beristirahatlah sebentar, Tenangkan pikiran dan temukan jalan keluarnya SEBAB Di Setiap Persoalan Akan Ada Jawaban".

Tak ada seorangpun luput dari kesalahan sebab kesalahan akan memberi kita petunjuk untuk belajar keluar menjadi baik, Kesalahan yang membuat kita sedih itu lebih baik daripada kebaikan yang membuat kita sombong.

Dan..

Seorang Penjahat Jauh Lebih Terhormat Daripada Kita Yang Sering Umbar.

Siapapun bisa Jatuh Ataupun Gagal, Tetapi PEMENANG Akan Terus Bangkit. (Amzal 24:16) SEBAB Pemenang Bukan Mereka Yang Tidak Pernah Gagal Melainkan Mereka Yang Tidak Pernah Berhenti Untuk Terus Bangkit.

Kalau saat ini kita dalam keterpurukan, kegagalan jangan pernah menyerah, tetapi bagkit sebab kita adalah PEMENANG di dalam KRISTUS.

Tak ada yang mudah.....

Kita tidak mudah untuk mendapatkan sesuatu karena semua itu adalah proses, tetaplah menjalani kehidupan ini dengan senyum sebab hanya dengan senyum kita bisa mengerti dan memahami arti sebuah kesedihan.

Dan kita adalah berharga di tempat yang tepat.
Jangan jadi ahli dalam segala hal.

Dunia memang tak mudah kita memahaminya, tapi kita diberikan talenta dan akal budi agar bisa menentukan pilihan yang tepat. Oleh sebab itu pertimbangkanlah segala sesuatu itu sebelum kita bertindak, sebab sebatang besi dapat rusak hanya oleh karatnya sendiri dan manusia dapat rusak hanya oleh niatnya sendiri, maka berhentilah menghakimi atau menjadi ahli dalam menceritakan aib orang lain, hiduplah sesuai apa adanya dan selalu berpikir positif serta selalu menjadi mata lebah yang selalu berbau harum dimanapun kita berada atau tinggal.

Segala perbedaan atau warna warni kehidupan, mengajarkan kita bahwa kehidupan itu adalah unik dan indah jika batin dan hati kita selalu terbuka dan membawa hal-hal positif.

Jika kita memikirkan berkat maka berkat akan selalu mendekat,sebaliknya jika kita selalu berpikir tentang hal-hal negatif maka kutukpun akan selalu menghampiri hidup kita.

Untuk itu marilah kita membangun kehidupan yang sehat agar kita selalu memandang keindahan-keindahan hidup yang selalu membawa damai dan keharmonisan dalam kehidupan yang kita jalani ini.

Janganlah kita kwatir tentang hidup sebab kekuatiran tidak akan membawa perubahan, dan kita hidup di zaman ini untuk selalu belajar tentang perubahan sebab kalau kita tidak belajar maka perubahan tidak akan pernah ada, dan orang yang mau belajar hari ini dengan sungguh- sungguh akan menjadi pemilik masa depan.

Maka untuk menjadi agen atau pemilik masa depan maka kita mau tidak mau harus belajar, berbahagialah setiap kita yang mau belajar dan selalu siap untuk menjadi pemilik masa depan.

#SalamSehat
#SalamBelajar
Guru PPKN Abad 21


Pelaksanaan Bimtek pemanfaatan pltform merdeka mengajar (PMM) di SMP Negeri 2 Umbu Ratu Nggay Barat yang berlangsung selama dua hari ini merupakan salah satu wadah belajar untuk menjawab tantangan abad 21, dimana dengan hadirnya kurikukum merdeka yang berorientasi pada teknologi maka untuk menambah wawasan dan pengetahuan maka sekolah kami perlu mengadakan bimtek.

Hadir juga kepala dinas PPO kabupaten Sumba Tengah beserta rombongannya untuk membuka kegiatan tersebut, berikut Sambutan Kadis PPO Kabupaten Sumba Tengah, yang sekaligus membuka kegiatan ini.

Salah satu yang menjadi pohon atau akar dari sekolah penggerak adalah kurikulum merdeka dan hadirnya kurikulum merdeka ini, kita dituntut untuk melek IT atau teknologi, apapun tantangan dan hambatan saat ini yang kita hadapi intinya tidak menyurutkan semangat kita untuk terus belajar, berproses, belajar dan berkarya.

Untuk itu yang menjadi kunci adalah kita harus mencintai pekerjaan atau Pengabdian walaupun kita ketahui bersama saat ini banyak kekurangan, tantangan dan hambatan Seperti yang saya Sebutkan di atas tetapi jangan memberi ruang untuk  untuk mencari alasan dengan segala keterbatasan yang ada seperti kurangnya fasilitas misalnya listrik, jaringan internet bahkan kita yang sudah tua atau berambut putihpun tidak bisa kita tinggal diam untuk belajar tentang teknologi maka dari itu teruslah bersemangat untuk belajar, mengabdi, dan mencintai pekerjaan yang merupakan salah satu karunia Tuhan Yang Maha Esa untuk terus kita belajar berproses dan memanfaatkan teknologi.

Karena sumber daya manusia saat ini yang kita hadapi adalah masih kurangnya penguasaan teknologi maka dengan hadirnya platform merdeka mengajar yang diluncurkan oleh pemerintah pusat atau Kemendikbud maka mau tidak mau kita harus hadapi dan memanfaatkan hal tersebut untuk mengembangkan diri dan memperdalam wawasan dan pengetahuan agar dapat membawa  manfaat bagi sekolah, masyarakat dan terutama anak didik kita.

Pemanfaatan platform Merdeka mengajar merupakan wadah belajar dan kreativitas sekaligus ruang kolaborasi untuk saling berbagi dan belajar bersama berbagai hal menyangkut kemajuan di dunia pendidikan.


Seorang guru di era sekarang ini harus terus semangat untuk menambah wawasan dan pengetahuan sehingga dapat membawa dampak positif dimana kita berada atau mengabdi selain itu juga dengan implementasi kurikulum merdeka harus didukung dengan fasilitas seperti sarana prasarana seperti komputer, wi-fi lab komputer dan pemerintah pusat pun sangat mendukung dengan menghadirkan Bos kinerja agar dapat berjalan secara optimal sekalipun kita sadari bahwa dalam pelaksanaan tidak ada yang mudah dalam proses belajar dalam implementasi kurikulum merdeka tapi tidak boleh patah semangat untuk kita terus berproses dan belajar dan tidak boleh kendor serta teruslah mengasah wawasan dan kemampuan sehingga menjadi guru yang profesional.

selanjutnya bapak ibu adalah tentang kedisiplinan apapun situasinya kita harus berkomitmen, sebab "hanya orang- orang yang berbuat beda yang menghasilkan sesuatu yang berbeda".

Perlu di garis bawahi bahwa mencintai pekerjaan atau pengabdian, serta komitmen dan semangat belajar dalam berproses adalah kuncinya agar kita tidak surut dalam membawa sebuah perubahan.

Untuk itu dengan adanya kegiatan ini dan kepada narasumber yang menyampaikan materi hari ini kiranya memberikan ilmu dan berbagi pengalaman serta menambah wawasan buat kita semua untuk terus berjuang bersama untuk sebuah perubahan di kabupaten kita Sumba Tengah.

sekian Senin 17 April 2023

Salam belajar

Guru PPKN Abad 21


Program Sekolah Penggerak adalah upaya mewujudkan visi Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila.


Berikut Visi Dan Misi Pendidikan Indonesia 2020-2024

Visi:

"Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mendukung Visi dan Misi Presiden untuk mewujudkan Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebinekaan global"

Misi:
  • Mewujudkan pendidikan yang relevan dan berkualitas tinggi, merata dan berkelanjutan, didukung oleh infrastruktur dan teknologi.
  • Mewujudkan pelestarian dan pemajuan kebudayaan serta pengembangan bahasa dan sastra.
  • Mengoptimalkan peran serta seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung transformasi dan reformasi pengelolaan pendidikan dan kebudayaan. 
Tujuan Kemendikbudristek pada 2020-2024:
  • Perluasan akses pendidikan bermutu bagi peserta didik yang berkeadilan dan inklusif.
  • Penguatan mutu dan relevansi pendidikan yang berpusat pada perkembangan peserta didik.
  • Pengembangan potensi peserta didik yang berkarakter.
  • Pelestarian dan pemajuan budaya, bahasa dan sastra serta pengarus-utamaannya dalam pendidikan.
  • Penguatan sistem tata kelola pendidikan dan kebudayaan yang partisipatif, transparan, dan akuntabel.
Sasaran Kemendikbudristek pada 2020-2024:
  • Meningkatnya pemerataan layanan pendidikan bermutu di seluruh jenjang.
  • Meningkatnya kualitas pembelajaran dan relevansi pendidikan di seluruh jenjang.
  • Menguatnya karakter peserta didik.
  • Meningkatnya pemajuan dan pelestarian bahasa dan kebudayaan.
  • Menguatnya tata kelola pendidikan dan kebudayaan yang partisipatif, transparan, dan akuntabel.
Tata Nilai Kemendikbudristek:

• Integritas.
• Kreatif dan Inovatif.
• inisiatif.
• Pembelajar.
• Menjunjung meritokrasi.
• Terlibat aktif.
• Tanpa pamrih.

Program Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru). 
Program Sekolah Penggerak merupakan penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya. Program Sekolah Penggerak akan mengakselerasi sekolah negeri/swasta di seluruh kondisi sekolah untuk bergerak 1-2 tahap lebih maju. Program dilakukan secara bertahap dan terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh sekolah di Indonesia menjadi Program Sekolah Penggerak.

5 Program Intervensi Sekolah Penggerak
  1. Pendampingan Konsultatif dan Asimetris. Kemitraan program antara Kemendikbud dan pemerintah di mana Kemendikbud memberikan implementasi pendampingan Sekolah Penggerak.
  2. Penguatan Sumber Daya Manusia di Sekolah Penguatan Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, Penilik, dan Guru melalui program pelatihan dan pendampingan intensif (coaching) one to one dengan pelatih ahli yang disediakan oleh Kemdikbud.
  3. Pembelajaran dengan Paragidma Baru. Pembelajaran yang diorientasikan pada penguatan kebutuhan dan pengembangan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, melalui kegiatan pembelajaran di dalam dan di luar kelas.
  4. Perencanaan Berbasis Data. Manajemen berbasis sekolah: perencanaan berdasarkan refleksi diri satuan pendidikan.
  5. Digitalisasi Sekolah. Penggunaan berbagai platform digital bertujuan mengurangi kerumitan, meningkatkan efisiensi, menambah inspirasi, dan pendekatan yang disesuaikan
Apa itu Program Sekolah Penggerak ?

Program Sekolah Penggerak adalah program untuk meningkatkan kualitas belajar siswa yang terdiri dari 5 jenis intervensi untuk mengaktifkan sekolah bergerak 1-2 tahap lebih maju dalam kurun waktu 3 tahun pengajaran.

Apa keuntungan bagi sekolah yang menjadi Sekolah Penggerak ?

Banyak keuntungan yang akan didapat bagi sekolah yang melaksanakan Program Sekolah Penggerak, yaitu:
  • Peningkatan mutu hasil belajardalam kurun waktu 3 tahun
  • Peningkatan kompetensi kepala sekolah dan guru
  • Percepatan digitalisasi sekolah
  • Kesempatan menjadi katalisator perubahan bagi satuan pendidikan lain
  • Percepatan keranjang profil pelajar Pancasila
  • Mendapatkan pendampingan intensif
  • Memperoleh tambahan anggaran untuk membeli buku bagi pembelajaran dengan paradigma baru
Apa itu Sekolah Penggerak ?

Sekolah Penggerak adalah sekolah unggul yang berfokus pada  pengembangan hasil belajar siswa secara holistik  dengan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang mencakup kompetensi kognitif (literasi dan numerasi) serta nonkognitif (karakter) yang diawali dengan SDM yang (kepala sekolah dan guru). Kepala sekolah dan guru dari Sekolah Penggerak melakukan pengimbasan kepada satuan pendidikan lain

Apakah Program Sekolah Penggerak sama dengan program Sekolah Model atau Sekolah Rujukan ?

Program Sekolah Penggerak berbeda dengan program sekolah model atau sekolah referensi. Perbedaannya adalah, Program Sekolah Penggerak:
  • Merupakan program kolaborasi antara Kemdikbud dengan Pemerintah Daerah
  • Terdiri dari 5 jenis intervensi yang terintegrasi berupa pendampingan konsultatif dan asimetris kepada Pemerintah Daerah, pelatihan dan pendampingan kepala sekolah dan guru, pembelajaran dengan paradigma baru, perencanaan berbasis data, dan digitalisasi sekolah
  • Memiliki ruang lingkup untuk jenjang PAUD, SD, SMP, SMA dan SLB, baik sekolah negeri maupun swasta mencakup seluruh kondisi
  • Dilakukan secara berkelanjutan, hingga seluruh sekolah di Indonesia menjadi Sekolah Penggerak
Program Sekolah Model atau Sekolah Rujukan merupakan program Pusat dengan intervensi sebagian, berupa:

• Bimtek
• Bantuan Pemerintah
• Ruang lingkupnya tidak mencakup seluruh kondisi sekolah

Tahapan Sekolah Penggerak

Melalui tujuan sekolah penggerak, terdapat 4 tahapan transformasi sekolah yang tergambar dalam proses berikut:

Tahap 1

• Hasil belajar: ≤ 3 tingkat di bawah level yg diharapkan
• Lingkungan belajar: perundungan menjadi norma
• Pembelajaran: secara rutin mengalami gangguan
• Refleksi diri dan pengimbasan: belum terjadi

Tahap 2
  • Hasil belajar: 1-2 tingkat di bawah level yang diharapkan
  • Lingkungan belajar: perundungan masih terjadi namun tidak menjadi norma
  • Pembelajaran: belum memperhatikan kebutuhan dan tingkat kemampuan murid
  • Refleksi diri dan pengimbasan: belum terjadi.
Tahap 3
  • Hasil belajar: di level yang diharapkan
  • Lingkungan belajar: perundungan tidak terjadi
  • Pembelajaran: sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kemampuan siswa
  • Refleksi diri dan pengimbasan: perencanaan program dan anggaran berbasis refleksi diri. Guru mulai melakukan refleksi dan perbaikan pembelajaran.
Tahap 4
  • Hasil belajar: di atas level yang diharapkan Lingkungan belajar: aman, nyaman, inklusif dan menyenangkan
  • Pembelajaran: berpusat pada murid.
  • Refleksi diri dan pengimbasan: perencanaan program dan anggaran berbasis refleksi diri.
  • Refleksi guru dan perbaikan pembelajaran terjadi.
  • Kepala sekolah dan guru aktif mengembangkan komunitas belajar.
Manfaat Sekolah Penggerak

Adanya Program Sekolah Penggerak ini akan memberi manfaat pada sekolah, yaitu untuk:
  • Meningkatkan hasil mutu pendidikan dalam kurun waktu 3 tahun ajaran
  • Meningkatnya Kompetensi Kepala Sekolah dan Guru
  • Percepatan pencapaian profil pelajar Pancasila
  • Percepatan Digitalisasi sekolah
  • Kesempatan untuk menjadi Katalis perubahan bagi satuan pendidikan lain
  • Mendapatkan pendampingan intensif untuk Transformasi satuan pendidikan
  • Memperoleh tambahan anggaran untuk pembelian buku bagi pembelajaran kompetensi holistik
Selain memberi memberi manfaat pada sekolah, tujuan Sekolah Penggerak juga dapat memberi manfaat pada pemerintah daerah untuk:

  • Mempercepat peningkatan mutu pendidikan di daerah.
  • Meningkatkan kompetensi SDM Satuan Pendidikan.
  • Membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan bermakna.
  • Peluang mendapatkan penghargaan sebagai Daerah Penggerak Pendidikan.
  • Menjadi daerah rujukan praktik baik dalam pengembangan sekolah penggerak.
  • Efek multiplier dari Sekolah Penggerak ke Sekolah lainnya.


Peran dan fungsi kepala sekolah dalam kurikulum sekolah penggerak

• Kepala sekolah adalah sebagai business manager
• Kepala sekolah adalah sebagai pengelola kantor
• Kepala sekolah adalah sebagai administrator
• Kepala sekolah adalah sebagai pemimpin profesional
• Kepala sekolah adalah sebagai organisator
• Kepala sekolah adalah sebagai motivator atau penggerak staf
• Kepala sekolah adalah sebagai supervisor
• Kepala sekolah adalah sebagai konsultan kurikulum
• Kepala sekolah adalah sebagai pendidik,
• Kepala sekolah adalah sebagai psikolog
• Kepala sekolah adalah sebagai penguasa sekolah
• Kepala sekolah adalah sebagai eksekutif yang baik,
• Kepala sekolah adalah sebagai petugas hubungan sekolah dengan masyarakat, dan
• Kepala sekolah adalah sebagai pemimpin masyarakat.

Apakah peran dan fungsi pengawas dalam kurikulum sekolah penggerak.
  • Kepala Sekolah Sebagai supervisor dalam Pendidikan
  • Kepala Sekolah sebagai penggerak dalam meningkatkan sumber daya sekolah terutama pendidik dan peserta didik
Fungsi guru dalam kurikulum sekolah penggerak?

• Mampu mendorong prestasi akademik siswa
• Mampu mengajar dengan kreatif
• Mampu  mengembangkan diri secara aktif
• Mampu mendorong tumbuh kembang murid secara holistic
• Mampu menjadi coach untuk guru lain dalam menerapkan cara belajar dalam yang berpusat pada murid
• Mampu menjadi agen transformasi bagi ekosistem pendidikan.

Berikut link materi paparan kemendikbud...

https://drive.google.com/file/d/194Z9h_5x1WrW_iUYdycRP30Q4lr96dHn/view?usp=drivesdk


Sumber:

http://ditpsd.kemdikbud.go.id/hal/program-sekolah-penggerak
https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/
https://psp-web.pauddikdasmen.kemdikbud.go.id/#/home